Diwajibkan Turun di Terminal Tanjung Pinggir, Penumpang AKDP Tujuan Siantar Kebingungan.
20 Desember 2019 - 13:39:30 WIB | Dibaca: 3250x
Pematangsiantar (SIOGE) - Penumpang Angkuta Kota Dalam Provinsi (AKDP) menyesalkan tindakan terminal Tanjung Pinggir Pematangsiantar yang mewajibkan penumpang turun di Terminal.
Hal tersebut dikatakan seorang penumpang AKDP dari Medan tujuan Pematangsiantar Makmur Sihombing, saat dimintai wartawan tanggapan, Jumat (20/12/2019)
"Aturan ini maunya disosialisasikan dulu, jangan langsung ujicoba. Kemana kalau orang tua yang sudah lansia bawa barang banyak, kemana caranya itu mengangkat? Apalagi yang belum pernah kesini, kan jadi repot?," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Korsatpel Terminal Tipe A Jhon Liben Saragih mengatakan, Tanjung pinggir
telah melakukan sosialisasi mengenai hal
itu kepada pengusaha jasa angkutan.
"Tanggal 10 Desember lalu sudah kita
lakukan sosialisasi kepada Pengusaha jasa
angkutan. Jadi kita sampaikan mulai tanggal 19 Desember menurunkan penumpang disini (Terminal-red)," imbuhnya.
Jhon menambahkan, pihaknya juga memberikan toleransi kepada pengusaha jasa angkutan di Pematangsiantar hingga
akhir Januari 2020. "Untuk menaikkan penumpang masih kita berikan toleransi hingga Januari 2020, kita masih memberikan kesempatan kepada mereka untuk menjual tiket ke penumpang di loket," katanya.
Namun, kata dia, untuk mengantar penumpang pengusaha angkutan harus menggunakan service care ke terminal. Karena pemberangkatannya penumpang sudah ditetapkan harus dari terminal. "Untuk rute sementara, khusus untuk jurusan Tanah Jawa dan Asahan tetap menggunakan Jalan Medan tembus nanti
ke Sambu," ucapnya.
Dijelaskannya, untuk kesiapan Terminal tanjung pinggir, saat ini Korsatpel menyediakan fasilitas minimum sepeti kamar mandi dan penerangan. Selain itu, pihaknya juga menyediakan tempat untuk loket-loket bus di terminal.
Direncanakan 2021 akan dilakukan rehap total dengan bantuan dana senilai 30 Miliar dari Kementerian Perhubungan. "Untuk saat ini sudah ada beberapa pihak pengusaha yang sudah membangun loket-loket nya di terminal dan kita sudah siapkan tempatnya. Kita sudah bagi-bagi, siapa yang datang kita kasih tempatnya,"
jelasnya.
Untuk kenyamanan penumpang yang turun di terminal Tanjung pinggir, pihaknya juga sudah berkordinasi dengan PT Gojek maupun Grab. "Bahkan untuk mengantar penumpang dari terminal ke lokasi tujuan, kita juga sudah siapkan transportasi online (Ojol)," katanya.
Pihaknya menargetkan realisasi ini berlangsung Februari 2020. Jika masih ada yang belum mematuhi aturan, pada tahun 2020 pihaknya tinggal melakukan penindakan.(ht/s1)






















