Viral! Aksi Preman Berkedok Keamanan di Jalan Pelajar Timur Ujung Medan
05 November 2021 - 18:07:04 WIB | Dibaca: 4228x
Medan (SIOGE) - Masyarakat melaporkan aksi premanisme berkedok keamanan di Jalan Pelajar Timur - Medan Denai, Medan, ke Polrestabes Medan.
Martin Sibagariang (48), satu dari sejumlah warga yang keberatan dengan pengutipan uang, kepada wartawan, Jumat (05/11/2021) mengatakan karena pihaknya tidak dapat memenuhi permintaan yang dilakukan kelompok pemuda, jalan ke luar masuk ke kediaman dan usaha sewa rumahnya, diportal.
“Merugikan. Tempat usaha pun tak berputar lagi karena tidak ada lagi yang ngekos di rumah kami. Sehingga saya sudah melapor ke Polrestabes Medan dengan Nomor LP/B/2043/X/2021/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 13 Oktober 2021,” ujar pria penanggung jawab kos Kompleks Puri Oppu Berkat di Gang Kasih c.q. Gang Sederhana itu.
Menurutnya, selama ini pihaknya telah berpartipasi dalam memberi uang keamanan dalam maksud jaga malam di lokasi tersebut. Tetapi, saat pandemi, sekelompok pemuda setempat mendatangi dan mempertanyakan ikhwal kos-kosan.
Martin Sibagariang juga mengatakan, biasanya jika ada yang datang terkait urusan keamanan jalan, mulai dari pengadaan lampu atau perbaikan gang seperti penimbunan selalu dipenuhinya. Biaya rutin diberikan per bulan Rp 610 ribu untuk keperluan kemanan. Tetapi sejak awal September, pemuda dimaksud meminta kelipatan 300 persen.
“Kalau seperti ini permintaanya pasti saya tidak mampu,” ujarnya.
Karena tidak dipenuhi, oknum pemuda tersebut memortal jalan akses ke luar masuk dengan batang besi dari tiang listrik yang tumbang. Tiang listrik tersebut di las. “Pemblokiran dilakukan 6 orang dengan cara permanen,” kata Martin.
Sebelum diblokir dengan portal, kelompok pemuda mendatangi rumahnya yang saat itu ada ibunya. “Mereka marah-marah pada ibu saya yang sudah berusia lanjut,” ungkap Martin Sibagarian sambil menunjukkan CCTV aksi marah tersebut.
Ia kemudian melaporkan hal tersebut kepada kepala lorong dan pada Rabu (6/10/2021) pihak memenuhi undangan dari kelurahan untuk musyawarah dengan mereka di Kantor Kelurahan Binjai. “Saat pertemuan itu ditegaskan lagi tentang tambahan uang keamanan naik 300 persen atas permintaan pemuda dimaksud. Saya tak sanggup,” tambahnya.
Warga berharap, aparat mengedukasi kelompok pemuda yang beraksi premanisme tersebut. "Kami sudah melapor pada pertengahan September 2021,” paparnya.
Yang utama, lanjut Martin Sibagariang, portal yang dilas permanen harus dibongkar karena sangat mengganggu akses ke luar masuk.
Sementara, Kepala Lingkungan Nanda mengatakan pihaknya tidak ada menginstruksikan soal keamanan tersebut.
Terlapor Sapta Manalu yang diketahui sebagai pengurus siskamling yang juga merupakan seorang ASN ketika dikonfirmasi melalui seluler kepada awak media mengungkapan bahwa statusnya tidak diketahui terlapor di Polrestabes Medan.
"Kalau mau tahu infonya tanya aja warga dan Kapolrestabes Medan," ujar Sapta mengakhiri. (Rasi)












