Atasi Banjir Dengan Optimalkan Sumber Daya dan Fungsi Yang Dimiliki.
25 Maret 2022 - 09:56:55 WIB | Dibaca: 3595x
Medan (SIOGE) - Wali Kota Medan Bobby Nasution harus berpikir keras mengatasi banjir. Apalagi Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II hingga kini tak kunjung menormalisasi sungai yang menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir mengalami pendangkalan dan penyempitan.
Sungai Selayang mengalami pendangkalan dan penyempitan, Pemko Medan langsung turun memimpin gotong royong bersama yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) beserta Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) dari jajaran 6 kecamatan yakni Medan Selayang, Medan Sunggal, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Maimun dan Polonia.
Pembersihan dilakukan mulai sejak pagi hingga petang itu dimulai dari aliran Sungai Selayang yang melintasi Jalan Sei Belutu hingga Jalan Dr Mansyur.
Di samping itu sejumlah alat berat milik Dinas PU juga diturunkan untuk mendukung pembersihan sungai.
Ternyata parit AMD mengalami masa pendangkalan cukup parah, terutama di bagian hilir yang bertemu langsung dengan Sungai Bedera.
Kemudian menyusul pembersihan drainase dan parit Medan Urban Development Project (MUDP) di Kecamatan Medan Denai, tepatnya seputaran Kelurahan Binjai karena sejumlah wilayahnya rentan langganan banjir setiap hujan deras turun. Medan Denai, Medan Area, Medan Kota serta Medan Amplas.
“Sedimentasi itu harus segera diatasi, kasihan warga yang selalu menjadi langganan banjir,” kata Bobby Nasution saat peninjauan tersebut.
Sekretaris Dinas PU Mardian Habibi Gultom menjelaskan, mereka saat ini sedang mencari permasalahan dan mengidentifikasi seluruh drainase yang ada, umumnya harus dinormalisasi karena mengalami pendangkalan.
"Dalam melakukan indentifikasi, kita bekerja sama dengan akademisi. Di samping itu semua Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang kita miliki sedang bergerak untuk mencari tahu di mana titik-titik banjir yang menyebabkan penyumbatan drainase. Seperti yang dilakukan di parit MUDP di Medan Denai yang menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir. Kemudian kita juga telah melakukan pengorekan drainase di kawasan Medan Belawan, lalu perbaikan subdrain di Jalan Balai Kota. Ini semua kita lakukan untuk meminimalisir terjadinya banjir,” jelas Habibi.
Habibi mengungkapkan volume sedimentasi yang telah dinormalisasi dan diangkut Dinas PU dari 21 kecamatan hingga Februari 2022, yakni Kecamatan Medan Belawan 0,25 M3, Medan Deli 1.648,3 M3, Medan Labuhan 243,75 M3, Medan Marelan 509,45 M3, Medan Amplas 470,97 M3, Medan Area 378,61 M3, Medan Denai 401,4 M3, Medan Kota 13,2 M3 serta Medan Perjuangan 6,72 M3.
Kemudian, menyusul Medan Tembung 3,96 M3, Medan Timur 1,95 M3, Medan Baru 196,5 M3, Medan Barat 403,64 M3, Medan Helvetia 398,48 M3, Medan Petisah 440,5 M3, Medan Johor 156,58 M3, Medan Maimun 291,5 M3, Medan Polonia 5.704,2 M3, Medan Selayang 369,5 M3, Medan Sunggal 326,4 M3 serta Medan Tuntungan 585,4 M3.
“Kalau kata orang tua zaman dulu, jika ingin memandikan kuda, kita mandi duluan. Tidak mungkin kudanya kita suruh mandi sendiri. Artinya Pak Wali Kota ini memberikan contoh, menjadi panutan serta memberikan tamparan bagi jajarannya yang berada di kecamatan, khususnya para camat. Pak Wali Kota yang turun langsung memimpin gotong royong di Sungai Selayang dan pengorekan Parit AMD di Marelan untuk mencari permasalahan dari banjir yang terjadi selama ini,” ungkap Bahrum.(Dinas Kminfo/Bahren)












