Prabowo Targetkan BUMN Dipangkas, Tersisa Sekitar 250–300 Perusahaan
18 Agustus 2026 - 12:41:14 WIB | Dibaca: 2171x
MEDAN (Sioge) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus melakukan restrukturisasi dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan perusahaan negara memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang diikuti DPRD Kota Medan melalui rapat paripurna, Jumat (14/8/2026).
Sebelumnya, Prabowo menyebut jumlah BUMN yang saat itu lebih dari 1.000 perusahaan akan dipangkas hingga tersisa sekitar 250–300 perusahaan.
“Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300. Ujungnya nanti 250,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyebut pemerintah akan menutup lebih dari 750 BUMN yang dinilai tidak efisien dan tidak memberikan keuntungan. Penataan tersebut dilakukan agar perusahaan negara lebih rasional, efisien, transparan dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Menurutnya, terdapat BUMN yang tidak menghasilkan keuntungan, tetapi tetap menanggung biaya operasional, termasuk gaji direksi dan komisaris.
Pengurangan jumlah perusahaan, kata Prabowo, diharapkan dapat menekan biaya overhead sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan BUMN.
Prabowo menegaskan BUMN harus dikelola secara profesional dan transparan karena perusahaan negara merupakan milik seluruh rakyat Indonesia.
Pemerintah berharap restrukturisasi tersebut dapat memperkuat kinerja BUMN, meningkatkan penerimaan negara dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (*)



.jpg)








