Walikota Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda
28 Oktober 2017 - 22:47:12 WIB | Dibaca: 2720x
Medan (Sioge) - Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 89 Tahun, di Kantor Walikota Medan, Sabtu (28/10/2017).
Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih oleh Paskibraka Kota Medan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Walikota Medan yang di ikuti oleh seluruh peserta upacara, setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan Ikrar Pemuda yang dibaca oleh Pemuda KNPI Kota Medan.
Walikota Medan saat membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mengatakan delapan Puluh Sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul di sebuah gedung di Jalan Kramat Raya, daerah Kwitang Jakarta. Mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. Sungguh, sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Ikrar ini nantinya, 17 tahun kemudian melahirkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945.
Pada saat itu, lanjut Walikota, Sumpah pemuda dibacakan di arena kongres Pemuda ke-2, dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah. Jika membaca dokumen sejarah Kongres Pemuda ke-2, maka akan menemukan daftar panitia dan peserta kongres yang berasal dari pulau-pulau terjauh Indonesia.
"Secara imaginatif sulit rasanya membayangkan mereka dapat bertemu dengan mudah, dari belahan barat Indonesia, teradat nama Mohammad Yamin. Seorang pemuda kelahiran Sawah Lunto Sumatera Barat yang mewakili organisasi pemuda Sumatera, Jong Sumatranen Bond, dari belahan Timur Indonesia, kita menemukan pemuda bernama Johannes Leimena, kelahiran kota Ambon Maluku, mewakili organisasi pemuda Jong Ambon. Ada juga Katjasungkana dari Madura, ada juga Cornelis Lefran Senduk, mewakili Organisasi pemuda Sulawesi,dan Jong Celebes, pernahkah kita bayangkan mereka bertemu, berdiskusi, dan bertukar fikiran mematangkan gagasan hingga akhirnya bersepakat mengikatkan diri dalam komitmen ke-indonesiaan"jelas Walikota.
Dilanjutkan, Walikota menyarankan transportasi umum sangat mudah, untuk menjangkau ujung timur dan barat Indonesia hanya dibutuhkan waktu beberapa jam saja. Bahkan, untuk dapat berkomunikasi dengan pemuda di pelosok negeri ini, cukup dengan menggunakan alat komunikasi, interaksi sosial dapat dilakukan 24 jam, kapanpun dan dimanapun. Namum anehnya , justru dengan berbagai macam kemudahan yang dimiliki saat ini, kita justru lebih sering berselisih paham, mudah sekali memvonis orang, mudah sekali terpecah belah, saling menebar fitnah dan kebencian. Seharusnya dengan kemudahan teknologi dan sarana transportasi yang ada saat ini, seharusnya lebih mempermudah buat para pemuda untuk berkumpul, bersilaturahmi dan berinteraksi sosial.
"Seharusnya tidak ada lagi ruang bagi kita untuk salah paham apalagi saling membenci, karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik."kata Walikota.
Untuk itulah, Walikota mengajak seluruh peserta upacara untuk mencukupkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa.
"Kita seharusnya malu dengan para pemuda 1928 dan juga kepada bung karno, karena masih harus berkutat di soal-soal ini, sudah saat nya kita melangkah ketujuan yang lebih besar, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."jelas Walikota.
Upacara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Medan Ir.H. Akhyar Nasution MSi, Sekda Kota Medan Ir.Syaiful Bahri, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat beserta Lurah sekota Medan, dan seluruh ASN dilingkungan Pemko Medan.
Selain itu hadir pula unsur organisasi Kepemudaan diantaranya Ketua DPD KNPI Kota Medan El Adriansyah,SE beserta pengurus KNPI Kota Medan, dan Pengurus Organisasi Pemuda Pancasila (PP). (*)






















