Rutan Kelas II B Humbahas Butuh Tenaga Kesehatan
21 November 2017 - 10:34:08 WIB | Dibaca: 3013x
Humbahas (Sioge) – Memaksimalkan Kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), rumah tahanan (Rutan) kelas II B Humbang Hasundutan (Humbahas) membutuhkan tenaga kesehatan yakni satu dokter dan dua orang perawat.
Hal tersebut dikemukakan Ka Rutan Kelas II B Humbahas, Jhonson Manurung didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan Jakaris Sianturi kepada wartawan saat melakukan kunjungan beberapa waktu lalu.
“Selama ini, kalau ada WBP yang kurang sehat seperti flenza atau demam, batuk, asam lambung dan lainnya, kita selalu membawa berobat ke Puskesmas terdekat yakni di Desa Matiti atau RSUD Dolok Sanggul. Nah kalau, salah satu WBP tiba-tiba sakit pada tengah malam atau di luar jam kerja kantor, kita yang repot. Padahal petugas kita untuk pengamanan rutan masih sangat minim,” jelasnya.
Dia menguraikan bahwa, saat ini, Rutan tersebut berpenghuni 470 orang WBP. Dari jumlah tersebut 396 WBP laki-laki dan 74 WBP perempuan. Para WBP tersebut mayoritas tersangkut narkoba dan kasus kejahatan lainnya. WBP yang dibina di Rutan kelas II B Humbahas tersebut umumnya para pengguna narkoba yang di kirim dari LP Tanjung Gusta dan Rutan lainnya di Sumut.
“Melihat jumlah dan latar belakang WBP, jumlah petugas kita tidak sebanding untuk menjaga keamanan. Jadi jika petugas keamanan melakukan pendampingan untuk pengobatan salah satu napi ke pelayanan kesehatan terdekat, warga binaan yang tinggal di Rutan sangat berpotensi atau rawan terjadi gangguan keamanan/ketertiban. Inilah yang perlu kita waspadai,” tukasnya.
Ditambahkan lagi, sebelumnya pihaknya sudah melakukan permohonan permintaan penempatan tenaga kesehatan era pemerintahan bupati Maddin-Marganti. Namun sejauh ini, hal tersebut belum realisasi, tukasnya.
“Bilamana ada warga binaan kurang sehat, bisa dirawat dan opname di klinik tersebut tanpa harus puskesmas atau rumah sakit,” pungkasnya. (SN/*)






















