Wali Kota Medan: Kehadiran “Kedai Kita” Bisa Menjaga Stabilitas Harga Pangan
18 Mei 2018 - 10:47:52 WIB | Dibaca: 2182x
Medan (SIOGE) - Kehadiran “Kedai Kita” dinilai bisa menjaga stabilitas harga pangan di Kota Medan. Hal itu disampaikan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi sebagai bentuk apresiasi atas gagasan dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan, Perusahaan Daerah (PD) Pasar, Perum Bulog serta Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara yang membuka “Kedai Kita”, di kawasan Pusat Pasar.
“Kehadiran Kedai Kita diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan di Kota Medan, terutama pada bulan suci Ramadhan”, Ujarnya ketika melaunching Kedai Kita yang mengusung name tag Acuan Berbelanja Untuk Stabilitas Harga Pangan, Kamis (17/5/2018) di Kawasan Pusat Pasar Medan.
Pada acara pembukaan yang dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cabang Sumut Arief Budi Santoso, Kepala Bulog Sub Divre Medan Mara Kamin Siregar, Asisten Ekbang Qamarul Fatah, Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya serta Kadis Ketahanan Pangan Muslim Harahap ditegaskan bahwa kehadiran Kedai Kita sangat penting bagi masyarakat Kota Medan.
“Apalagi memasuki bulan suci Ramadhan, jelas Wali Kota, harga bahan kebutuhan pokok biasanya akan merangkak tinggi.. Semoga kehadiran Kedai Kita dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan harga pangan yang lebih terjangkau,” harapnya.
Dijelaskannya bahwa kehadiran Kedai Kita bukan untuk menyaingi pedagang sembako, terutama yang berjualan di Pusat Pasar. “Ingat, kehadiran Kedai Kita bukan untuk menyaingi pedagang melainkan memberikan kepastian harga bagi masyarakat dan pedagang mengenai harga komoditas yang sebenarnya, sehingga masyarakat dapat memproleh harga yang terjangkau,” tegasnya.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut Arief Budi Santoso, mengungkapkan, tujuan utama pembukaan gerai ini adalah untuk mengendalikan inflasi Sumut. Gerai didirikannya di kota Medan lantaran 82 persen inflasi Sumut berpusat di Medan. “Program ini bukan program puasa, namun akan berlangsung seterusnya untuk menjaga kestabilan harga di Kota Medan,” katanya.
Dijelaskan Arif, bahan pangan memang menjadi pendorong utama inflasi di Medan. Yang mendistribusikan barang di Kedai Kita tak hanya Bulog, namun semua yang terlibat dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan. Adapun bahan pokok yang dijual di gerai hasil kerja sama Pemko Medan, Bulog, Bank Indonesia dan PD Pasar itu, antara lain beras medium, minyak goreng, telur, tepung terigu dan daging sapi. "Dan semua barang yang dijual di sini harganya telah ditetapkan pemerintah," ujarnya.
Kepala Bulog Subdivre Medan, Marakamin Siregar, mengatakan, kedai tersebut akan menjadi rujukan dalam upaya stabilisasi harga pangan di Medan. Bulog, akan turut mendistribusikan barang ke Kedai Kita jika nantinya Kedai Kita dibuka di pasar lainnya.(t/s1)






















