Polisi asal Bali Korban Tsunami di Palu Berencana Menikah Bulan Depan
01 Oktober 2018 - 15:42:04 WIB | Dibaca: 3415x
Jembrana (SIOGE) - “Buk, disini (Palu) terjadi gempa dahsyat. Saya sedang sibuk, tugas membantu para korban gempa. Nanti saya hubungi lagi, doakan saya selamat” .
Itulah kalimat terakhir yang diucapkan oleh Brigadir Gusti Kade Sukamiarta (32 tahun), anggota Sat Lantas Polres Palu melalui telpon kepada ibunya. Setelah itu, dia tak bisa dihubungi dan kemudian dikabarkan hilang, hingga akhirnya ditemukan meninggal.
Yang membuat kedua orang tuannya sangat terpukul, korban sebelumnya telah berencana pulang ke kampung halaman sebulan lagi untuk melangsungkan pernikahan.
Persiapan juga sudah mulai dilakukan untuk menyambut rencana anaknya itu. Namun, sayang bencana gempa dan tsunami membatalkan rencana pernikahan lulusan Sekolah Polisi Negara (SPN) Singaraja lulusan 2005. Almarhum semasa hidupnya dikenal baik, suka membantu keluarga dan tetangga.
Berita berita terkait: Respon Tsunami di Palu, Agung Putri Koordinasi dengan PHDI Pusat
Suasana duka kini masih nampak dari wajah Gusti Kade Sukadana (65) dan istrinya Ni Gusti Ayu Milih Asih (60), warga Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana saat ditemui wartawan, Senin (1/10).
Kedua orang tua Sumiarta itu mendengar dari teman anaknya yang juga seorang anggota polisi kalau anak kesayangannya telah ditemukan meninggal sehari setelah bencana.
Sambil meneteskan air mata, Ni Gusti Ayu Milih Asih dengan ditemani suaminya menuturkan saat bencana gempa dan tsunami tersebut anaknya sedang melaksanakan tugas pengamanan perayaan HUT Kota Palu di pinggir pantai.
“Gempa disertai tsunami terjadinya Jumat, 28 September sore, namun anak saya kabarnya baru ditemukan meninggal besok sorenya,” ujarnya.(k/s1)






















