Kecewa pada Warganya, Bupati Madina Dahlan Nasution Mengundurkan Diri
22 April 2019 - 10:00:35 WIB | Dibaca: 2781x
Madina (SIOGE) - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membenarkan adanya surat pengunduran diri Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Nasution gara-gara perolehan suara pasangan capres-cawapres 02 Prabowo-Sandiaga unggul dari pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Kabupaten Madina.
Surat itu ditandatangani Dahlan pada 18 April 2019 dan ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo dan Mendagri. “Tapi secara prosedural alamat surat itu tidak tepat. Seharusnya ditujukan kepada DPRD (Madina) untuk selanjutnya diteruskan kepada Mendagri melalui Gubernur Sumut,” kata Tjahjo, Minggu (21/4/2019).
Menurut Tjahjo, alasan pengunduran diri Dahlan sangat tidak lazim.
Ia menilai keputusan Dahlan akan mencederai amanat masyarakat yang telah memilih pasangan Dahlan Hasan dengan M Jafar Sukhairi Nasution lewat pilkada langsung pada 2015.
Apalagi, masa jabatan pasangan terpilih tersebut masih cukup panjang, yakni hingga Juni 2021.
Tjahjo memastikan akan mempelajari surat pengunduran diri Dahlan.
Ia pun berencana memanggil Dahlan dan berkoordinasi dengan Pemprov Sumut untuk menindaklanjuti surat tersebut.“Kami akan pelajari dan panggil yang bersangkutan (Dahlan) bersama Pemprov Sumut, karena alasan mundurnya tidak lazim,” kata Tjahjo.
Pasalnya, di Kabupaten Madina perolehan suara Prabowo-Sandiaga unggul dari pasangan Jokowi-Ma’ruf.
Dahlan, yang menjabat Ketua Dewan Penasehat Nusantara Untuk Jokowi (N4J) DPC Madina, akhirnya memutuskan mundur dari kursi bupati Madina. Kekecewaan Dahlan bukan tanpa alasan. Di masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, Kabupaten Madina mendapat banyak proyek strategis yang dibangun lewat anggaran APBN.
Pembangunan itu ternyata tak menaikkan pamor Jokowi di Madina. Berdasarkan situs resmi KPU, Kabupaten Madina menjadi satu dari beberapa kabupaten/kota di Sumut yang menjadi lumbung suara Prabowo- Sandi.
Hingga Minggu, 21 April 2019 pukul 12.00 WIB, suara yang masuk untuk Prabowo 22.589 suara dan Jokowi hanya peroleh 5.201 suara.
Surat pengunduran diri Dahlan telah beredar luas di grup-grup WhatsApp (WA), termasuk yang diterima Tribun Medan.com.
Terkait viralnya surat pengunduran diri tersebut, Bupati Dahlan Hasan Nasution mengamini.
Ia mengakui telah membuat surat pengunduran diri dari jabatan bupati yang ditujukan kepada Mendagri."Ia benar (surat pengunduran diri)," ucapnya, Minggu (21/4/2019).
Lewat sambungan telepon seluler tersebut ia tidak banyak menceritakan apa yang terjadi.
Ia mengaku saat ini sedang sakit, dan cuma bersedia menjawab kebenaran surat pengunduran diri tersebut."Ia saya sedang sakit, mohon maaf ya. Sudah dulu," ungkapnya dengan nada serak.
Juru Bicara Tim Kampanye Daerah Joko Widodo - Ma'ruf Amin menyatakan sikap yang diambil Bupati Madina merupakan sikap kenegarawanan dari seorang pemimpin."Saya sudah sangat dekat mengenal beliau, menurut saya sikapnya ini merupakan bentuk kekecewaan, dengan gentle beliau mengundurkan diri dengan keinginan sendiri tanpa tekanan," ujarnya, Minggu (21/4/2019).
Menurut Sutrisno, jauh-jauh hari Dahlan Hasan Nasution mendeklarasikan dukungannya ke Capres petahana itu karena berbagai alasan.
Sutrisno menilai, Dahlan awalnya memberi dukungan kepada Jokowi karena pembangunan yang meningkat di Kabupaten Mandailing Natal.
Antara lain, pembangunan Pelabuhan Palimbungan, rumah sakit, Jalan Lintas Pantai Barat, Bandar Udara Bukit Malintang, dan Pasar Baru Panyabungan.
Namun, hasil perolehan suara Pilpres sebaliknya.
Suara Jokowi-Ma'ruf Amin kalah dari Prabowo-Sandiaga.
"Saya kira ini bentuk kekecewaan beliau. Masyarakat Madina tidak menaruh kepercayaan kepada Jokowi di mana pembangunan sudah banyak dilakukan. Belum lagi hubungan emosional, Bobby Nasution sang menantu Jokowi. Di dalam adat Jokowi merupakan mora, orang yang dihormati," katanya.
Senada, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Madina Muktar Afandi Lubis membenarkan Bupati Dahlan mengundurkan diri karena kecewa perolehan suara Jokowi-Ma’ruf sangat minim dari masyarakat setempat. “Iya, memang betul surat Pak Bupati (Dahlan). Kenapa enggak kecewa? Selain sebagai mora dan kerabat, pemerintah pusat melalui Pak Jokowi, ya, cukup besar andilnya kepada Madina,” kata Muktar, Minggu (21/4/2019).
Berikut isi lengkap surat pengunduran diri Dahlan yang beredar;
Dengan hormat, kami maklumkan kepada Bapak bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di Mandailing Natal Sumatera Utara berjalan lancar, aman, dan terkendali.
Namun, hasilnya sangat mengecewakan dan tidak seperti yang diharapkan.
Perlu kiranya kami sampaikan kepada Bapak dalam 3 (tiga) tahun terakhir pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal cukup signifikan antara lain, Pelabuhan Palimbungan, Pembangunan Rumah Sakit, lanjutan Pembangunan Jalan Lintas Pantai Barat, Rencana Pembangunan Bandar Udara Bukit Malintang, Rencana Pembangunan kembali Pasar Baru Panyabungan setelah terbakar pada bulan Syawan yang lalu dan lain-lain.
Sejalan dengan uraian di atas dan mengingat pencerahan sudah cukup kami berikan kepada semua lapisan baik bersama beberapa Putra Daerah disertau Ulama yang berdomisili di Jakarta/Medan, namun belum berhasil memperbaiki pola pikir masyarakat dalam mendukung berbagai pembangunan, untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden dan sebagai ungkapan rasa tanggung jawab atas ketidaknyamanan ini dengan segala kerendahan hati izinkan kami menyampaikan permohonan untuk berhenti sebagai Bupati Mandailing Natal.
Perlu kiranya kami tambahkan, walaupun kami nantinya tidak menjabat lagi sebagai Bupati, namun kami tetap Setia kepada Bapak dan kami berjanji siap membantu Bapak sepenuhnya manakala diperlukan.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian Bapak diucapkan terima kasih. Kami mendoakan kiranya Allah SWT selalu melindungi Bapak dan memberikan kekuatan dapat mempersembahkan kemajuan untuk Republik Indonesia Amin.(*)






















