Pasca 30 Rumah Terbakar dan 4 Tewas di Seiberombang, Plt Bupati Labuhanbatu Akan Bertanggungjawab
08 Juni 2019 - 11:55:03 WIB | Dibaca: 2818x
Labuhanbatu (SIOGE) - Pasca terjadi kebakaran hebat di Seiberombang Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (5/6) sekira pukul 03:30 WIB yang menghanguskan 30 rumah penduduk di Jalan Ahmad Yani dan satu Gereja HKBP terbakar pada hari raya Idul Fitri pertama itu serta empat sekeluarga tewas terbakar.
Berdasarkan informasi, api diduga berasal dari gas elpiji di rumah korban tewas terbakar subuh itu. Warga dan petugas berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api baru dapat dipadamkan sekira pukul 09:30 WIB.
Beberapa warga di lokasi menyatakan kekesalannya terhadap lambatnya tim pemadam kebakaran tiba di lokasi. Begitu juga dengan pihak BPBD.
Dari keterangan warga, api sudah bisa dikendalikan masyarakat dengan pihak kepolisian sebelum mobil pemadam kebakaran tiba dari Rantauprapat.
"Ada 2 unit mobil pemadam kebakaran yang didatangkan dari Rantauprapat. Karena jarak tempuh yang cukup jauh kita maklum," ujar sumber lainnya.
Akibat musibah tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 5 miliar. Warga sekitar mengaku cemas dan trauma akibat musibah mengerikan itu. "Kami takut dan masih trauma. Karena baru satu tahun lebih habis rumah kami terbakar, sekarang ada lagi kebakaran. Takut sekali kami," ujar Nani warga setempat.
Kapolsek Panai Hilir AKP Budiarto menyebut rumah warga yang terbakar sebanyak 30 unit. Tiga rumah warga terpaksa dirusak untuk mencegah api agar tidak terus menjalar ke rumah-rumah lainnya.
"Kita dari awal kejadian terus di lapangan bersama warga berusaha memadamkan api. Ada 4 korban jiwa, yaitu warga yang akrab di sapa dengan panggilan Pangku beserta isteri dan 2 anaknya. Tetapi nanti setelah ada identifikasi dari Polres Labuhanbatu baru kita bisa memastikan berapa korban jiwa," sebut Budiarto.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang kepada wartawan menyebut pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. "Masih dalam penyelidikan," kata Frido Situmorang menjawab wartawan melalui WhatsApp.
Pasca kebakaran, tim identifikasi dari Polres Labuhanbatu turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi.
Polisi menemukan 2 tengkorak kepala manusia di lokasi, dekat tumpukan tabung gas milik Pangku. Namun belum diketahui tengkorak siapa.
Informasi diterima wartawan, seluruh korban selamat berada di rumah sanak famili yang tidak jauh dari lokasi kebakaran. Mereka butuh uluran tangan untuk membangun rumah tinggal masing-masing.
"Korban selamat sempat diamankan di kantor Polsek. Tapi kalau sekarang mereka sudah di rumah keluarganya, di daerah itu juga," sebut Budi, warga setempat.
Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunte bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun langsung ke lokasi kebakaran di Jalan Jenderal Ahmad Yani Seiberombang, Kamis (6/6). Andi sangat berduka, apalagi kebakaran itu tidak hanya menghilangkan harta benda, tetapi juga mengakibatkan korban jiwa satu keluarga.
Andi didampingi Dandim 0209/LB Letkol Inf Santoso dan rombongan bertemu para korban, di Aula Kantor Camat Panai Hilir. Andi terharu dan menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat. "Atas nama pemerintah daerah Kabupaten Labuhanbatu, saya mengucapkan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudari saya. Semoga kita tabah dan kuat menghadapi cobaan ini, khususnya bagi keluarga korban yang wafat dalam peristiwa yang tidak diduga dan tidak kita inginkan itu," sebut Andi.
Dia menaruh perhatian khusus kepada korban tewas. "Saya akan memperhatikan dan bertanggungjawab atas pendidikan anak-anak almarhum-almarhumah, Zulham Fikri dan Sanam. Saya berjanji memberikan bantuan kepada mereka. Anak-anak itu sangat pantas untuk menjadi perhatian kita bersama, dan juga merupakan tugas dan kewajiban kami selaku pemerintah daerah," kata Andi.
Pada pertemuan itu, korban Sulaiman Harun (55), mengusulkan agar Pemkab Labuhanbatu menyediakan mobil pemadam kebakaran dan petugasnya di Seiberombang yang bisa dibuat kantornya di tanah Pemda bekas Pasar Ikan yang lama.
Menyahuti usulan dari Sulaiman Harun, Plt Bupati langsung memerintahkan OPD (dinas) terkait meninjau lokasi tanah untuk segera direncanakan pembangunan kantor UPT Pemadam Kebakaran di lokasi dimaksud.
Korban Alai Yamin (60), menyampaikan permohonan supaya Pemkab dapat membantu memperbaiki rumah-rumah korban yang hangus dan rata dengan tanah, mengingat para korban telah kehilangan rumah dan harta benda serta hingga saat ini masih menumpang tinggal di rumah keluarga masing-masing.
Andi juga menyambut baik permohonan tersebut. Ia menyampaikan Pemkab Labuhanbatu akan menggandeng pihak PT Bank Sumut untuk membantu melalui pinjaman lunak kepada seluruh korban dan bantuan juga diupayakan melalui zakat yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Labuhanbatu serta uluran tangan donatur lainnya.
Ia berjanji membangun rumah seluruh korban kebakaran itu dan berencana membangun Kantor UPT Pemadam Kebakaran di Seiberombang.
Pada akhir pertemuan Andi memberikan bantuan sembako kepada seluruh korban kebakaran, didampingi Plt Camat Panai Hilir Hadmansyah dan pihak BPBD.
Korban tewas pada peristiwa kebakaran tersebut, Zulham Sukri alias Pangku (50), wiraswasta, isterinya, Sanam (45), ibu rumah tangga, Johannes (20), pelajar dan Jensen (7), pelajar. Mereka disebut-sebut tidur di lantai 2 rumah semi permanen itu sehingga tidak dapat menyelamatkan diri. Sedangkan ibu kandung Pangku beserta 3 anak Pangku, Enjel, Jenni dan Agnes berhasil menyelamatkan diri dari kepulan api karena tidur di lantai 1.(t/s1)






















