DPRD Medan Minta Pemko Remajakan Pepohonan di Jalan Kwala Bekala – Simalingkar B
23 Juli 2019 - 13:46:27 WIB | Dibaca: 2582x
Medan (SIOGE) - DPRD Medan meminta Pemko melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan peremajaan terhadap pohon-pohon yang ada di sepanjang Jalan Pintu Air IV Kwala Bekala Medan Johor hingga Jalan Bunga Rampai Simalingkar B Kecamatan Medan Tuntungan.
Peremajaan itu harus segera dilakukan agar pohon terpelihara serta ranting buruk tidak patah dan menimbulkan korban para pengguna jalan yang melintas, ujar Anggota DPRD Medan Ir Parlaungan Simangunsong dan Drs Proklamasi K Naibaho kepada wartawan yang dihubungi secara terpisah via selularnya, Minggu (21/7).
Disebutkan Parlaungan, peremajaan pohon itu sangat perlu dilakukan saat ini mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. Apalagi saat ini setiap sore hingga malam, terjadi hujan deras dan angin kencang. Pepohonan yang ada di sepanjang jalan Pintu Air IV-Bunga Rampai Simalingkar B itu banyak sudah buruk dan sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Pepohonan yang sudah tua dan rentan tumbang seharusnya menjadi perhatian pihak Pemko Medan. Perlu juga dipertanyakan, untuk pemeliharaan terhadap pepohonan yang ada di Medan, apakah sudah ada datanya di dinas terkait, ujar Anggota DPRD Medan yang sebentar lagi duduk di DPRD Sumut ini.
“Jenis pohon, umurnya, kondisinya apakah rutin di cek,” ujar Politisi Partai Demokrat ini lagi seraya berharap Pemko Medan benar-benar mau menata pohon-pohon yang menjadi paru-paru kota ini.
Hal senada diungkapkan Proklamasi, yang menyebutkan, kondisi pohon mulai dari Pintu Air IV hingga Simalingkar B banyak yang sudah buruk dan dahannya sudah layak dipotong. Bahkan beberapa waktu lalu, ada beberapa pohon tumbang dan nyaris menimpa pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Bunga Rampai Simalingkar B.
Bahkan ada beberapa pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan akibat tertimpa dahan dan ranting pohon yang sudah tua, ujar Politisi Partai Gerindra ini lagi. “Namun sepertinya, beberapa peristiwa yang terjadi akibat pohon yang tidak diremajakan ini, tidak menjadi perhatian dari dinas terkait di Pemko Medan,” ujarnya lagi.
Anggota DPRD Medan yang sebelumnya berprofesi sebagai jurnalis ini mengatakan, Pemko Medan harusnya bisa belajar untuk menata dan meremajakan pohon pelindung di sepanjang jalan. “Artinya, pohon sepanjang jalan tetap asri dan rimbun untuk melindungi pelintas dari terik matahari, menjadi paru-paru kota dan yang pasti, tidak mengancam keselamatan warga sekitar,” sebut Politisi yang duduk di Komisi I DPRD Medan ini lagi.
Pepohonan di sepanjang jalan itu rata-rata pohon mahoni. Dimana, pohon mahoni itu memang tanaman keras, namun kalau sudah tua dia kopong di tengah dan rapuh. Kondisi itu membuat pohon rentan tumbang, apalagi kondisi angin di Kota Medan saat ini terlihat agak kencang, pungkasnya. (s1)












