Mahasiswa Unjukrasa Minta Copot Kadisdik Sumut
10 Agustus 2019 - 09:18:14 WIB | Dibaca: 2939x
Medan (SIOGE) - Puluhan massa yang mengaku dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Al Wasliyah (Himmah) Sumatera Utara (Sumut) mendesak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk mencopot Arsyad Lubis dari Kadis Pendidikan Sumut. Desakan itu disampaikan massa saat berunjukrasa di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Jumat (9/8).
Perwakilan massa, Awaludin Nasution dan Reyanda Lesmana menyampaikan, Arsyad dinilai tidak mampu memimpin serta tidak profesional menjalankan tugasnya, bahkan diduga telah melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Massa juga meminta agar BPKP RI Perwakilan Sumut mengaudit pelaksanaan proyek pengadaan alat praktik SMK Pertanian dan Otomotif se-Sumut yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2018 karena diduga ada praktik persekongkolan dan KKN. Massa juga mendesak DPRD Sumut untuk membentuk Pansus, terkait adanya berbagai kejanggalan di Dinas Pendidikan Sumut dalam hal pengadaan alat praktek SMK tersebut.
Menanggapi orasi dari para pengunjuk rasa itu, Gubernur Edy Rahmayadi, saat ditemui di sela-sela pelantikan pejabat eselon II, tak banyak berkomentar kepada wartawan. “Kalau mau dicopot, siapa yang mau ingin jadi Kadis. Kamu?,” katanya pada wartawan. “Bukan gitu, jangan gara-gara anaknya tidak masuk atau lulus di SMA, lalu diminta dicopot. Habis nanti kepala dinas ini, kalau dicopot semua,” katanya.
Saat diberitahu adanya tudingan pendemo dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Sumut, Edy juga mengatakan, sampai saat ini BPKP RI Perwakilan Sumut belum menyampaikan kepada dirinya tentang kerugian itu. “Seharusnya BPKP menyampaikan itu kepada saya, kalau itu ada,” katanya mengakhiri. (s1)






















