Petani Merasa "Terjepit" Diantara Program Pertanian Bupati Humbang Hasundutan
11 Oktober 2019 - 16:16:27 WIB | Dibaca: 2905x
Pakkat (SIOGE)- Program penanaman jagung di Humbang Hasundutan (Humbahas) kini membawa kesan tersendiri bagi petani. Lantaran proyek tersebut dianggap tidak bisa menunjang perekonomian masyarakat.
Hal tersebut dikatakan Harris Manalu, Ketua Kelompok Tani Kebun, Desa Karya, Kecamatan Pakkat, Humbang Hasundutan saat diwawancarai wartawan Sioge.com dikediamannya, Jumat (11/10/2019).
Harris juga menambahkan, bahwa kegagalan penanaman jagung itu dinilai terjadi akibat tidak ada koordinasi yang baik antara kelompok tani dan penyalur kebijakan, sehingga program itu terkesan dipaksakan dan asal jadi.
"Terkesan saling melindungi, jadi ketika masyarakat atau kami kelompok tani mempunyai kendala masalah pertanian, kita tidak tau mau kemana mengadu. Seperti kemarin ada bibit jagung ditumpuk disuatu tempat dan kita tidak tau akhirnya itu dibuang kemana," ujar Harris.
Saat ditanya soal keberadaan PPS (Penyuluh Pertanian Swadaya), Harris Manalu mengatakan, bahwa mayoritas PPS justru tidak paham soal kondisi pertanian. Karna ketika ditanya masalah pertanian, mereka justru mengiyakan aja tanpa memberikan solusi.
Harris Manalu mengaku sangat mendukung program Bupati, asalkan memang benar-benar menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat.
Dia hanya berharap sistem layanan publik terkhusus bidang pertanian segera diperbaiki. "Kalau tidak diperbaiki, ya Humbang Hasundutan kita sendiri yang rugi, " ungkapnya. (Azr)












