Jambatan Termegah di Tapteng Bernilai Rp54 Miliar Wujudnya Sudah Terlihat
21 Oktober 2019 - 00:53:50 WIB | Dibaca: 3167x
Barus (SIOGE) – Proses pembangunan jembatan termegah di Barus dengan panjang 110 meter mulai memperlihatkan wujudnya. Jembatan dengan nilai Rp54 miliar tersebut nantinya akan menjadi penghubung tiga desa yakni Desa Kinali, Desa Ujung Batu dan Desa Bunga Tanjung.
Hal tersebut dikatakan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani saat meninjau proyek pembangunan jembatan di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu (19/10/2019).
“Selama ini warga di tiga desa tersebut tidak memiliki jalan untuk masuk ke pusat Kota Barus yang terpaksa melewati sungai. Jadi kalau air sungai besar atau terjadi banjir maka mereka tidak bisa keluar dari desa mereka,” jelas Bakhtiar.
“Dengan selesainya nanti pembangunan jembatan tersebut kita harapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat tiga desa tersebut,” pungkasnya.
Diketahui, pembangunan jembatan ini dimulai pada tahun 2018, dengan menelan anggaran sebesar Rp54 miliar, bersumber dari Dana Bantuan Keuangan Provinsi Sumatera Utara.
Proyek pembangunan jembatan tersebut dibuat dengan sistem kontrak terintegrasi yang merupakan kontrak bersifat kompleks dengan menggabungkan kegiatan perencanaan dan pelaksanaan.
Selain jembatan, ada juga pembangunan jalan hotmix, lampu taman di kawasan itu. Jembatan ini nantinya menjadi ikon baru dan termegah di daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sebelumnya, jembatan ini berbentuk jembatan gantung yang hanya bisa dilintasi oleh pengendara motor dan pejalan kaki. Ironisnya, kalau permukaan air sungai naik dan terjadi banjir warga tidak bisa melewati jembatan gantung. Ada sekitar 3.000 jiwa warga yang tergantung terhadap jembatan ini untuk melakukan aktivitasnya.
“Sekitar 3000 jiwa di tiga desa tersebut . Sebelumnya cuma bisa dilintasi oleh pengendara motor dan pejalan kaki. Jadi karena aktivitas masyarakat cukup padat, makanya kita membangun jembatan ini persis di sampingnya dan bisa dilalui oleh mobil juga,”terang Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.
Bupati Tapteng Bahtiar Ahmad Sibarni juga menyatakan jembatan ini merupakan pintu masuk ke tempat wisata yang ada di Kabupaten Tapteng, seperti didaerah Barus.
“Kita mengetahui, kalau daerah Barus merupakan tempat pertama Agama Islam berdiri. Jadi di sana, sudah ada wisata rohani yang tempatnya sangat bagus,”ujarnya.
Ke depan, kata Bupati Bakhtiar Sibarani , pihaknya akan membangun masjid di daerah Barus yang bertujuan akan menjadi satu panorama yang dikunjungi saat para wisatawan baik mancanegara dan domestik yang berkunjung ke sana.(t/s1)












