Selasa, 14 Oktober 2014 - 00:39:46 WIB
RAPBD DELI SERDANG 2015 MENJADI RP 3,2 TRILIUN LEBIH
Kategori: Sumut - Dibaca: 2116 kali

Lubuk Pakam (SIOGE)

RAPBD Deli Serdang TA 2015 yang diajukan Bupati H Ashari Tambunan pada sidang paripurna DPRD yang dipimpin Ketuanya Hj Fatmawaty Takrim bersama Wakil Ketua H Dwi Andi Syahputra LC, Rabu (1/10) siang mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan APBD TA 2014. Kalau pada tahun berjalan (2014-red) APBD Deli Serdang Rp 2.628.430.349.696 pada tahun 2015 meningkat menjadi Rp 3.260.499.807.302.

Bupati dalam pengantar nota keuangan dan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah Deli Serdang TA 2015 dihadapan sidang paripurna DPRD menjelaskan dari R-APBD yang diajukan sebesar Rp 3.260.499.807.302 komposisi belanja tidak langsung sebesar Rp 1.619.951.938.379 (49,68%) serta belanja langusng Rp 1.640.547.868.923 (50,32%).

Sementara dari belanja tidak langsung sebesar Rp 1.444.619.457.748 dialokasikan untuk belanja pegawai, belanja hibah Rp 3.335.000.000 dan bantuan social Rp  5.167.950.000. Sedangkan belanja bagi hasil kepada pemerintah desa/kelurahan sebesar Rp 162.513.055.962 dan belanja bantuan keuangan untuk pemerintah desa/kelurahan Rp 1.816.474.669 dan belanja tak terduga Rp 2,5 miliar.

Belanja langsung yang besarnya mencapai Rp 1.640.547.868.923 dialokasikan kepada 28 SKPD yang mengangani urusan wajib dan 5 SKPD yang mengangani urusan pilihan. Pengalokasian dana tersebut dilakukan dengan mempedomani prioritas RKPD 2015 serta mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi setiap SKPD, kata bupati.

Pendapatan yang bersumber dari komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2015 ditargetkan Rp 630.720.671.500 meningkat (11,45 %). PAD bersumber dari komponen penerimaan pajak daerah sebesar Rp 463.126.092.000 meningkat (10,62%), restribusi daerah sebesar Rp 118.850.165.000 meningkat (5,59%), hasil pengelolaan keuangan daerah yang dipisahkan tetap sebesar Rp 15 miliar serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 33.744.414.500 meningkat sebesar (69,55 %).

Pada sisi lain bupati menyebutkan pendapatan dari lain-lain yang merupakan pendapatan daerah yang sah juga mengalami peninkatan yang cukup signifikan mencapai Rp 774.534.887.904 (45,85%). Pendapatan yang bersumber dari hibah sebesar 2.065.510.000 dimana nilainya sama dengan tahun 2014. Dana bagi hasil pajak dari pemerintah propinsi dan daerah lainnya sebesar Rp 369.286.423.904 meningkat sebesar (77,67%). Dana penyesuaian otonomi khusus sebesar Rp 343. 182.954.000 meningkat sebesar (9,96%) dan bantuan keuangan dari propinsi Rp 60 miliar meningkat (564,59%).

Menurut bupati, untuk mewujudkan rencana penerimaan daerah tersebut berbagai langkah riil akan dilakukan dengan tetap memperbaiki peraturan perundangan yang berlaku antara lain dengan mengoptimalkan peningkatan penerimaan daerah yang berasal dari sumber-sumber PAD dan dana perimbangan. menata kelembagaan serta menyempurnakan dasar hukum pengelolaan PAD, melaksanakan pungutan atas objek pajak/restribusi baru dan mengembangkan system operasi penagihan atas potensi pajak dan restribusi yang tidak memenuhi kewajibannya.

Sidang pembahasan R-APBD TA 2015 yang diajukan Bupati H Ashari Tambunan akan dilanjutkan pada Jumat (3/10). (S1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)