Selasa, 17 Januari 2017 - 09:46:33 WIB
Demam Berdarah Meningkat, PSN Belum Efektif Diterapkan di Masyarakat
Kategori: Lifestyle - Dibaca: 131 kali

Medan (Sioge) - Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) mencatat jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2016 naik sebanyak 2.089 orang dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ketua Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) Sumut dr Delyuzar menyebutkan, hal ini dikarenakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) masih belum efektif diterapkan di masyarakat. Sehingga, populasi nyamuk aedes aegypti dapat dengan mudah berkembang biak.

"PSN memang belum efektif diterapkan. Padahal, PSN adalah satu-satunya cara yang paling efektif untuk mencegah DBD," ungkapnya, Senin (16/01/2017).

Delyuzar juga menjelaskan, keberadaan nyamuk memang tidak sepenuhnya bisa diberantas. Apalagi dengan musim hujan yang tengah berlangsung belakangan ini.Kalaupun foging harus dilakukan, hal itu sebut Delyuzar hanya untuk membunuh nyamuk dewasa. Selain itu, foging baru dapat dilakukan apabila ada ditemukan kasus DBD.

"Pemberantasan sarang nyamuk harus dapat memusnahkan larva perpindahannya (jentik). Dan itu hanya dapat dilakukan dengan PSN," jelasnya.

Karenanya, penerapan PSN ujar Delyuzar harus dapat lebih diefektifkan lagi. Namun, hal itu menurutnya bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan saja, melainkan semua pihak, khususnya yang berada dilingkungan masyarakat.

"Bukan hanya Dinas Kesehatan saja. Tapi lurah dan kepling juga harus ikut menggerakkan masyarakat untuk melakukan PSN ini, begitupun kesadaran dari masyarakat," terangnya.

Sedangkan untuk di Kota Medan, sambung Delyuzar, PSN ini lebih memiliki tantangan yang jauh lebih besar ketimbang di daerah. Sebab, masyarakat kota yang cenderung lebih eksklusif dalam bermasyarakat, sulit untuk diajak terlibat dalam pelaksanaan PSN.

Karenanya, menurut dia, masyarakat kota tersebut harus memiliki komunitas kelompok masyarakatnya. Supaya pemberantasan penyakit DBD ini dapat dilakukan secara efektif.

"DBD ini kan bukan hanya menyerang masyarakat di tingkat bawah saja. Tetapi juga seluruh masyarakat, termasuk untuk mereka yang tinggal di kawasan perumahan," pungkasnya.(A1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)