Selasa, 02 Mei 2017 - 13:18:42 WIB
Togu Bawa Ulos Ratusan Tahun Temui Presiden
Kategori: Lifestyle - Dibaca: 81 kali

Medan -Pendiri Yayasan Alusi Tao Toba Togu Simorangkir bertolak ke Jakarta untuk memenuhi udangan Presiden Joko Widodo untuk bersantap siang di Istana Negara Republik Indonesia, Selasa (2/5).

Undangan makan siang dari Presiden tersebut dalam rangka Hari Pendidikan Nasional. Presiden mengundang penggiat pendidikan dari daerah-daerah untuk makan siang bersamanya di Istana Negara Republik Indonesia.
Togu mengatakan, dari Sumater Utara, ia berangkat bersama Ismail Pong, pendiri program Rumah Baca Bakau di pesisir Percut. Ismail mendirikan Rumah Baca Bakau pada 2012. "Ada 30 pegiat pendidikan yang diundang Presiden. Dari Sumatera Utara ada dua orang, saya dan Ismail," ujarnya, Senin (1/5).
Togu dan Ismail saat ini sudah di Jakarta. Keduanya masih mengalami kram di kaki, karena baru sehari ikut berlari sejauh 10 kilometer pada acara Toba Charity Run, progam penggalangan dana untuk Yayasan Alusi Tao Toba.
"Masih pegal-pegal ini kaki. Kami berdua saling memapah ini, karena kami kan baru lari 10 kilometer kemarin," ujarnya seraya tertawa.
Pria yang pernah berenang dari Pulau Samosir hingga ke Balige ini mengutarakan, saat makan siang dengan Presiden, ia membawa Ulos Ragi Hotang. Ia akan mengenakan ulor yang sudah berusia ratusan tahun itu saat makan siang di Istana.
"Saya pakai nanti ulosnya saat di Istana. Ulosnya dari warisan oppungku, Putri Sisingamangaraja XII," ujar Togu.
Ia menambahkan, ulos tersebut sebagai simbol bahwa dia adalah orang Batak. Ulos tersebut, jika diberikan kesempatan, akan ia perkenalkan kepada Presiden.
"Saya belum tahu pastinya seperti apa acaranya. Cuma disebut makan siang dan berbincang. Kalau sempat, akan kuperkenalkan ulos ini sama Beliau," ujarnya.
Togu mengaku, tidak melakukan persiapan apapun untuk memenuhi undangan Presiden.
Namun, ia belum memutuskan apakah saat makan siang dengan Presiden memakai sendok atau menggunakan tangan, seperti yang sering ia lakukan saat makan.
Undangan dari Presiden, menurut Togu, ia ketahui setelah menerima telepon dari staf kepresidenan pada 28 April. Waktu itu, kata Togu, ia sempat berkali-kali tidak mengangkat telepon dari staf kepresidenan tersebut.
"Saya ditelepon staf kepresidenan. Saat itu, berkali-kali tidak kuangkat, pas kuangkat rupaya staf kepresidenan mau mengundang Yayasan Alusi Tao Toba makan siang bersama Presiden di Istana Negara dalam rangka memperingati hari pendidikan," ujarnya.
Dipanggilnya Yayasan Tao Toba ke Istana Negara, menurutnya, suatu kejutan yang tidak pernah ia pikirkan selama ini. Ia pun akan menjadikan panggilan tersebut sebagai semangat baru untuk terus berkarya demi pendidikan di Pesisir Danau Toba.
"Ini membuat semangat baru buat kami untuk terus berproses dalam dunia kesunyian," ujar Togu.(A1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)