Jumat, 17 November 2017 - 23:17:18 WIB
Presiden Jokowi Buka Munas ke-10 KAHMI di Medan
Kategori: Medan - Dibaca: 35 kali

Medan (Sioge) - Pada kunjungan ke sekian kalinya ke Sumatera Utara (Sumut) dalam rangka membuka Munas ke-10 KAHMI, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh hadirin agar kuat menghadapi dan mengantisipasi cepatnya perubahan global di era kemajuan teknologi informasi saat ini.
Hadir diantaranya Koordinator Presidium KAHMI Mahfud MD dan keluarga besar KAHMI, Menteri Kabinet Kerja, Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, Gubernur Sumut HT Erry Nuradi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kapolri Tito Karnavian, Akbar Tanjung, Forkopinda Sumut dan undangan lainnya.
“Tantangan Negara kita ini ke depan semakin cepat, dunia bergerak begitu cepatnya. Perubahan-perubahan yang sebelumnya tidak kita hitung, sekarang bermunculan. Perubahan dari internet ke mobile internet, mobile internet ke artificial. Perubahan ke view engineering dan robotic. Tantangan seperti ini yang harus kita hadapi dan antisipasi,” ujar Jokowi di hadapan seribuan peserta Munas Koprs Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang ke-10, di Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (17/11/2017).
Perubahan yang begitu cepat kata Presiden, harus diharapi bersama, karena hal ini akan merubah pola fikir seluruh masyarakat. Sehingga Indonesia perlu memperkuat karakter building, pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan nilai agama, budaya dan keindonesiaan yang dimiliki.
“Kita juga sudah terlalu lama selalu melihat ke Barat, Eropa, Amerika atau Jepang. Bahwa mitra baru itu diperlukan. Oleh sebab itu setelah pelantikan Presiden 2014 lalu, saya pergi ke Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Iran, Qatar, untuk keseimbangan posisi yang sangat diperlukan,” sebutnya.
Jokowi juga mengatakan, bahwa problem besar yang dialami bangsa, diawali dengan kesalahan distribusi aset yang tidak sampai ke tangan rakyat, dengan pembagian yang adil dan merata. Seperti konsesi yang banyak namun tidak pernah dinikmati rakyat. Karenanya pemerintah pada tahun ini mulai membagikan konsesi-konsesi selama 35 tahun kepada rakyat baik untuk pribadi, koperasi, pesantren yang diharapkan nantinya akan membuka sebuah peluang ekonomi skala besar tetapi memihak ke rakyat meskipun tidak mudah, mengingat sebelumnya justru yang dibagikan kemudian dibagikan lagi ke yang lain.
“Kalau ada sebuah organisasi seperti pesantren atau koperasi mengumumkan konsesi dalam jumlah besar, saya akan siapkan, mau minta 10 ribu atau 20 ribu hektar, untuk tani bisa. Tetapi dengan catatan mempunyai bisnis plan yang jelas. Jangan sampai kita berikan kemudian dijual ke yang lain, ini percuma, tidak ada artinya lagi. Harus jelas untuk apa, menghasilkan apa dan apa yang dibutuhkan dari pemerintah supaya lahannya produktif. Ini program jangka panjang dan bisa mengangkat ekonomi rakyat bawah,” tegasnya.
Selain itu, pada Munas KAHMI tersebut, Presiden mengaku senang bisa membuka kegiatan skala nasional di Sumut dengan kehadiran para tokoh hebat, orang pintar dan handal dari segala bidang. Apalagi pada 10 November lalu, pemerintah resmi menjadikan sosok Lafran Pane yang merupakan pendiri HMI sebagai Pahlawan Nasional. Terlebih lagi Jokowi adalah bagian dari keluarga besar Tapanuli Selatan karena bermenantukan marga Nasution sekaligus diberi marga Siregar oleh adat Mandailing.
Sementara Koordinator Presidium KAHMI Mahfud MD menyampaikan apresiasi atas kesediaan Presiden Jokowi hadir dan membuka Munas KAHMI ke-10 di Medan. Dengan kehadiran RI 1 tersebut, dirinya berharap perhelatan lima tahunan tersebut menjadi berbobot dan berkualitas.
“Dengan gelaran Munas KAHMI ini maka peran HMI yang ikut dalam merajut ikatan kebangsaan dan menjaga NKRI dan Pancasila, akan semakin kuat dalam menjaga mozaik sejarah Indonesia yang tertera pesan kepada HMI untuk menjaga kemajuan Indonesia, karena Lafran Pane dulu mendirikan HMI memang dari dan untuk Indonesia,” jelasnya.
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengungkapkan persoalan yang ada di masyarkat adalah kerawanan perpecahan akibat kesalahpahaman. Saling lapor dan gugat juga mewarnai kehidupan bermasyarakat. Begitu juga kontestasi politik yang kerap menjadi pemicu perpecahan. Karena itu dirinya berharap KAHMI menjadi lembaga pelopor atas penyelesaian semua persoalan tersebut.
Sementara Gubernur Sumut Dr Ir HT Erry Nuradi MSi menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden Jokowi karena perhatian yang cukup besar kepada masyarakat khususnya Sumatera Utara. Dirinya juga berterimakasih RI 1 bisa hadir pada even nasional, dimana provinsi ini dipercayakan sebagai tuan rumah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi karena telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Larfan Pane pada 10 November 2017 yang lalu, yang merupakan Putra Sumatera Utara,” ujar Erry. (*)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)