Kamis, 07 Desember 2017 - 22:36:27 WIB
Gubsu Minta Dokter Gigi Muda Layani masyarakat di daerah Terpencil
Kategori: Medan - Dibaca: 7 kali

Medan (Sioge) - Gubsu Dr Ir Erry Nuradi MSi membuka International Dental Conference of Sumatera Utara (IDCSU) 2017 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) USU, Kamis (7/12/2017) di Santika Dyandra Premiere Hotel Medan.
Pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan Gong oleh Gubernur Sumatera Utara Dr Ir HT Erry Nuradi MSi. Turut dihadiri Wakil Rektor II USU Prof Dr Muhammad Fidel Ganis, Wakil Rektor 3 Drs Mahudin Nasution, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi USU Dr Trelia Boel dan para dekan FKG se-Indonesia, para Guru Besar FKG USU, para dokter Gigi seluruh Indonesia dan para narasumber dari Universitas di Australia, Malaysia, Singapura, dan Brazil, para pengurus PDGI, dan ratusan peserta.
Pada kesempatan itu Gubsu Erry mengharapkan Fakultas Kedokteran Gigi USU mendorong alumninya, khususnya para dokter gigi muda untuk melayani masyarakat di daerah-daerah terpencil di Indonesia, terutama di provinsi Sumatera Utara. “Dengan demikian diharapkan dapat mengurangi rasio kebutuhan dokter gigi terhadap populasi penduduk yang kini perbandingannya 0,097 dibanding seribu,” ujar Gubsu.
Gubsu menyampaikan apresiasinya kepada Fakultas Kedokteran Gigi USU yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, yang juga mendukung pemerintah khususnya pemerintah provinsi Sumatera Utara dalam rangka mendorong penguatan pelayanan kesehatan, termasuk juga penguatan SDM kesehatan, dimana kurikulum kedokoteran gigi harus terus diperhatikan. “Jangan sampai kompetensi dokter gigi Indonesia dipertanyakan di masa depan,” katanya.
Seperti diketahui lanjutnya, tantangan kesehatan saat ini, Indonesia mengalami triple burden masalah kesehatan, yakni tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular, dan kembali muncul penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi.
“Karena pada dasarnya pencegahan penyakit sangat tergantung pada perilaku individu, ketersediaan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan kesehatan, menciptakan SDM kesehatan yang berkualitas dan juga dukungan regulasi,” sebutnya.
Gubsu juga menyampaikan bahwa program prioritas pembangunan kesehatan pada periode 2015 - 2019 juga dilaksanakan melalui program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga, sekaligus sebagai tindak lanjutnya telah terbit peraturan menteri kesehatan nomor 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaran program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga.
Seiring dengan program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga, lanjut dia, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo juga telah meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) “Yaitu tindakan sistematis dan terencana dilakukan secara bersama-sama seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku hidup sehat untuk meningkatkan kualitas hidup,” katanya.(*)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)