Selasa, 12 Desember 2017 - 10:37:35 WIB
Suami Dipenjara Isteri Menjadi Kurir Ekstacy
Kategori: Sumut - Dibaca: 7 kali

Asahan (Sioge) - Seorang ibu rumah tangga (IRT) MAU (36) warga desa Cut kecamatan Titeue kabupaten Pidie NAD nekat jadi kurir pil ekstacy lantaran suaminya masih menjalani masa hukuman di lapas Tanjung Gusta Medan perkara narkoba.
MAU nekat menjadi kurir pil ekstacy hanya untuk mengejar uang upahan Rp10 juta seperti yang dijanjikan bandar narkoba bernama FM warga Palembang namun sebelum sampai ditujuan tersangka MAU ditangkap pihak aparat penegak hukum.
Kasat Res Narkoba Polres Tanjung Balai AKP.Adi Haryono kepada wartawan, Senin (11/12/2017) membenarkan opsnal SatRes Narkoba Polres Tanjung Balai telah berhasil mengamankan seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama MAU (36) warga desa Cut kecamatan Titeue Kabupaten Pidie NAD terkait kepemilikan pil ekstacy sebanyak 1.200 butir yang dibawa dari Aceh dengan tujuan Palembang, ungkapnya.
Lebih lanjut AK.Adi Haryono mengatakan tersangka merupakan kurir seorang bandar narkoba bernama "FM" (DPO) warga Palembang dan menurut pengakuan tersangka dirinya sendiri belum pernah bertemu dengan FM.
Tersangka dalam membawa pil ekstacy sebanyak 1.200 butir tersebut dari Aceh dengan tujuan Palembang, namun sesampainya di wilayah Asahan, tersangka singgah ke Tanjung Balai diperkirakan tersangka mencari pemesan lainnya, namun alasan tersangka singgah ke Tanjung Balai untuk melihat anaknya yang sedang berulang tahun.
Kami mendapatkan informasi ini dari masyarakat, selanjutnya kami melakukan penyelidikan dan pengejaran di daerah kampung baru Tanjung Balai, namun tersangka sudah tidak berada di kawasan tersebut, opsnal Sat Res Narkoba tidak putus asa memburu tersangka dan setelah di dapatkan informasi bahwa tersangka sudah berangkat ke loket bus umum yang berada di Jalinsum desa Hessa hendak menuju Palembang, disinilah tersangka dapat kami bekuk, Sabtu (9/12/2017) sekira pukul 21.45 wib. Sementara barang bawaan tersangka berupa pil ekstasy tersebut disimpan dalam kotak kemasan makanan ringan yang dibalut dengan tas plastik.
Selanjutnya tersangka kami gelandang ke Mapolres Tanjungbalai untuk dilakukan pemeriksaan, hingga kini kami masih melakukan pengembangan terhadap perkara ini, ungkap Kasat Res. (t/*)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)