Minggu, 14 Januari 2018 - 11:25:56 WIB
Puluhan Warga Kelurahan Petapahan Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang Keracunan Mie Rebus
Kategori: Sumut - Dibaca: 1749 kali

Lubukpakam (Sioge) – Puluhan warga Kelurahan Petapahan Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang mengalami keracunan makanan mie rebus, Minggu (14/1/2018).

Pemilik warung Rubini (66) warga Kelurahan Petapahan Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang mengaku tidak menduga kalau makanan yang ia sajikan untuk hajatan wirid malam Jumat akhirnya membuat puluhan warga keracunan.

Ia menyebut selain warga ia menyebut anak dan menantunya juga kena. “Yang di rumahku ini ada 3 orang yang kena (keracunan). Menantu sama dua anakku sakit juga perutnya, kalau aku kebetulan gak kena karena sikit ajanya kumakan mi rebus itu," ujar Rubini yang ditemui di rumahnya Minggu, (14/1/2018).

Ia menceritakan hajatan wirid di rumahnya dilakukan pada Kamis, (11/1/2018) malam. Disebut dalam acara itu mie rebus ia sajikan untuk anggota perwiridan.  “Kalau yang  masak menantuku di rumah ini. Yang wirid hanya 30 orang saja tapi memang sorenya itu tetangga ya saya kasih jugalah, karena kalau mereka wirid pun saya dikasih. Gak sangka bisa seperti ini kejadiannya, entah apa yang salah makanya bisa seperti ini. Kalau bahan-bahannya dibeli menantuku di pasar Lubukpakam. Gak ada yang aneh sama bahan-bahannya kurasa,”kata Rubini.

Informasi yang dikumpulkan dilapangan, saat ini sudah ada 86 orang warga Kelurahan Petapahan yang menjadi korban keracunan. Selain anggota perwiridan yang makan sajian mi rebus di rumah Rubini, tetangga juga ikut keracunan.

Selain di rawat di RSUD Deliserdang beberapa warga juga ada yang dirawat di rumah sakit Grand Med dan klinik-klinik. Selain itu banyak warga yang memilih di rawat di Puskesmas dan berobat jalan.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengambil sampel makanan mi rebus yang membuat puluhan warga Kelurahan Petapahan Kecamatan Lubukpakam menjadi keracunan.

Mi rebus itu sebelumnya disajikan oleh nenek Rubini yang punya hajatan perwiridan pada Kamis, (11/1/2018) malam. “Sampel makanannya udah kita dapat semalam dan akan kita kirimkan ke Labkesda. Karena pada Sabtu dan Minggu libur Labkesdanya makanya besok baru akan kita kirim untuk diteliti,”ujar dr Ade.

Ditambahkan lagi, selain sampel makanan mie rebus pihaknya juga mengambil beberapa bahan-bahan yang sebelumnya diolah. Selain mie, juga diambil tepung untuk pembuah kue mi rebus tersebut.

“Saat ini sampel masih kita simpan dululah. Setelah dikirim biasanya 10 sampai 14 hari sudah tau itu hasilnya labnya. Kalau sekarang kita belum dapat menyimpulkan mengapa warga bisa keracunan,”kata dr Ade.

Ia menduga warga keracunan makanan lantaran terkontaminasi bakteri. Hal ini disebut lantaran ada warga yang keracunan ikut menjadi demam. “Keluhan warga itu ada yang mencret, sakit perut dan muntah. Totalnya terakhir yang kita data ada 86 orang yang kena dan sebagiannya di rawat di rumah sakit dan puskesmas,” katanya. (S1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)