Senin, 12 Februari 2018 - 01:47:01 WIB
CALON GUBERNUR BI HARUS BEBAS INTERVENSI POLITIK JELANG PEMILU 2019
Kategori: Ekbis - Dibaca: 2101 kali

Jakarta (SIOGE) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudistira, mengatakan calon Gubernur Bank Indonesia harus independen dari berbagai intervensi dan tekanan politik menjelang pemilihan umum 2019.

“BI harus independen, jangan karena tarik ulur politik yang kuat, sosok Gubernur BI masuk ke pusaran politik,” kata Bhima di Jakarta, Minggu (11/2/2018).

Dia mengingatkan, jika Gubernur BI yang baru terjebak dalam pusaran politik, akan menimbulkan dampak yang buruk, seperti hilangnya kredibilitas kebijakan BI hingga munculnya ketidakpercayaan pelaku pasar terhadap BI.

“Saya secara umum (mengatakan) Gubernur BI harus punya track record di bidang kebijakan moneter, penguasaan makro, moneter, soal risiko global,” ujarnya.

Bhima juga menyebutkan adanya tantangan spesifik di perbankan. Menurut dia, kebijakan Bank Indonesia mengubah BI Rate menjadi BI 7-day (Reverse) Repo Rate sebagai suku bunga kebijakan belum begitu efektif menurunkan suku bunga kredit.

“Terbukti dari suku bunga acuan, dipangkas 200 basis poin selama satu tahun terakhir, tapi suku bunga kreditnya cuma turun sekitar 150 basis poin. Ada gap 50 basis poin yang memang tidak bisa diturunkan. Suku bunga deposito juga turun menjadi 180 basis poin,” kata Bhima.

Selain itu, kata Bhima, tekanan likuiditas, inflasi tinggi, harga komoditas yang tak stabil, dan harga minyak yang tinggi semakin menekan kebijakan moneter.

“Saya ingin Gubernur BI baru lebih kreatif, jangan utak-atik suku bunga acuan lagi, harus bisa berkreasi dengan instrumen lain untuk menekan suku bunga kredit, biar bisa single digit,” katanya. (sb/*)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)