Sabtu, 03 Maret 2018 - 10:26:36 WIB
Pencari Kerang Dimangsa Buaya, Kaki dan Tangan Ditemukan dalam Perut Buaya
Kategori: Lifestyle - Dibaca: 2141 kali

Kutai (SIOGE) - Peristiwa manusia dimangsa buaya kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Timur.
Kali ini, di Sungai Kebuyahan RT 5 Desa Marukangan Kecamatan Sandaran.

Andi Aso Erang (36), warga RT 4 Belidan, desa setempat ditemukan terapung di sungai tanpa kaki dan tangan sebelah kiri, Kamis (1/3/2018) sekitar pukul 3.00 dini hari.
Kondisi mengenaskan pada tubuh karyawan PT Sinergy Agro Industri ini diduga akibat serangan buaya muara yang berada di sungai tersebut.
“Almarhum, pamit pada istrinya sekitar hari Selasa (27/2/2018) sore untuk mencari tudai (kerang) di Sungai Kebuyahan. Sampai Rabu (28/1/2018), almarhum belum juga pulang. Sehingga istrinya (Anisa, red), bersama saudaranya yang bernama Amat melakukan pencarian di pinggir sungai tersebut,” ungkap Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan, Jumat (2/3/2018).
Keduanya, menemukan motor dan sandal almarhum diparkir di dekat jembatan, barak 3 PT Citra Palma Sejati.
Pencarian pun kembali dilakukan dengan melibatkan keluarga juga warga desa.
Hingga akhirnya warga menemukan almarhum terapung di pinggir sungai Kebuyahan dengan kondisi mengenaskan, Kamis (1/3/2018) pukul 3.00 dini hari.
Sekitar pukul 3.30 dini hari itu juga, warga menemukan seekor buaya yang berada tak jauh dari lokasi ditemukannya korban.
Tim pencari menduga buaya itulah yang menerkam korban.
“Anggota kepolisian dari Ditpolair Polda Kaltim yang bertugas di Pos Sangkulirang kemudian menembak buaya tersebut dengan lima kali tembakan. Buaya yang telah mati itu pun dievakuasi dari dalam sungai kebuyahan menuju kebun dekat rumah orangtua korban. Saat perut buaya dibuka, ditemukan potongan kaki kiri almarhum di dalam perut buaya tersebut,” beber Teddy.
Tempat kejadian :
Sungai kebuyahan RT. 05 Desa Marukangan Kec. Sandaran Kab. Kutim
Waktu kejadian :
Antara hari selasa tgl 27 februari 2018 sekira jam 15.00 wt sampai hari kamis tgl 1 maret 2018 sekira jam 03.00 wt
Korban:
Andi Aso Erang umur : 36 th, suku/bangsa : bugis/indo, jenis kelamin : Lakis, agama : islam, pekerjaan : Kary. PT. Sinergi Agro Industri (plasma), alamat : RT. 04 Belidan Ds. Marukangan Kec. Sandaran Kutim.
Anisa (istri korban) menduga kalau sdr Andi Aso Erang pergi kesungai kebuyahan untuk mencari lukan (tudai), sehingga pada hari Rabu tanggal 28 februari 2018 sekira jam 08.30 wita istri korban bersama sdr. Amat langsung mencari keberadaan korban di sekitar pinggir sungai kebuyahan Ds. Marukangan.
Dan tepat di pinggir jalan dekat jembatan barak 3 PT. Citra Palma Sejati, sdri Anisa (istri korban) dan sdr Amat menemukan sepeda motor serta sepasang sendal korban.
Selanjutnya memberitahu keluarga lainnya lalu sejak saat itu keluarga dan warga sekitar mulai melakukan pencarian hingga sore hari namun belum menemukan korban, hingga pada hari rabu tgl 28 februari 2018 sekira jam 20.00 wt.
Salah seorang warga melaporkan kejadian ke pos unit patroli manumbar, lalu pkl 21.00 wt personil, polairud manubar, bersama pos subsektor manumbar,dan keluarga korban serta warga sekitar kembali melakukan pencarian dan Pd hari kamis tanggal 1 Maret 2018 sekitar jam 03.00 wita korban Andi Aso Erang ditemukan terapung dipinggir sungai kebuyahan dalam keadaan telah meninggal dunia tanpa kaki sebelah kiri dan tangan sebelah kiri, selanjunya jasad korban langsung dievakuasi ke rumah orang tuanya.
Kemudian sekitar jam 03.30 wita, tidak jauh dari lokasi penemuan jasad korban tsb, tim gabungan pencarian menemukan seekor buaya yg diduga telah menerkam korban.
Brigpol Eko Supraptono langsung menembak buaya tersebut sebanyak 5 kali tembakan yg mengakibatkan buaya tsb mati, lalu sekitar pkl 06.00 wita buaya itu dievakuasi dari dlm sungai kebuyahan menuju kebun dekat rumah orang tua korban, selanjutnya dilakukan pembedahan dan ditemukan potongan kaki kiri di dlm perut buaya.
Sumber @ditpolair.poldakaltim




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)