Selasa, 13 Maret 2018 - 11:13:44 WIB
DPRD Medan Gelar RDP Tower di Medan Johor, Warga Mengaku Diintimidasi
Kategori: Medan - Dibaca: 2111 kali

Medan (SIOGE) - Sejumlah warga Komplek Johor Indah Permai II Kecamatan Medan Johor mengaku mendapatkan berbagai intimidasi dari oknum yang diduga merupakan suruhan pemilik radio M FM karena memprotes pendirian tower yang dianggap warga sangat mengganggu.
Bahkan ada warga yang mendapatkan pukulan dan ancaman diklewang oleh orang tidak dikenal, ujar warga Ahmad Huseini Siregar kepada Komisi D DPRD Medan, Senin (12/3/2018) dalam rapat dengar pendapat (RDP) di komisi tersebut.
Disebutkannya, peristiwa itu terjadi 29 Desember 2017, dirinya dipukuli dan diancam dengan klewang. Perlakuan hampir sama juga dialami Irmansyah Batubara, warga di sebelah rumah pemilik tower. Kaca jendela rumahnya pecah diamuk oknum aparat berseragam yang disebut-sebut orang suruhan pemilik tower. Kasus itu sudah dilaporkan ke Polisi.
Menanggapi itu, Ketua Komisi D DPRD Medan, Ir Parlaungan Simangunsong meminta kepada staf agar mengagendakan RDP berikutnya dengan memanggil pihak kepolisian yang menangani kasus ini.
Terkait pembangunan tower radio yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Parlaungan kembali mempertanyakannya. Perwakilan pemilik radio M FM berkilah, tower radio tersebut sudah ada sejak 2012 dan saat itu pihaknya sudah mengantongi ijin gangguan. "Tower itu sudah ada sejak 2012, kami hanya menambah ketinggian saja," ujarnya.
Mendengar itu, anggota Komisi D Drs Godfried Effendi Lubis MM langsung menyela, penambahan tinggi tower tersebut tetap harus ada IMB-nya. "Infokom tidak bisa mengeluarkan ijin jika IMB tak ada. Apapun yang dibangun atau dirubah tetap harus ada IMB-nya,"tegas Politisi Gerindra itu lagi.
Sementara itu, pihak Infokom Medan Arbani memaparkan pihaknya tidak akan mengeluarkan ijin pada pemilik radio karena tidak menyertakan IMB. "Kami sudah berkordinasi dengan Satpol PP untuk penegakan peraturan," ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan Jhon Lase dari Dinas Perijinan Terpadu yang mengatakan, pihaknya sudah menerima surat permohonan IMB namun ditolak karena kurang persyaratannya. "Kami layangkan kembali surat pada pemilik tower agar menyertakan syarat-syarat yang kami minta, salah satunya menyertakan ijin dan tandatangan dari warga sekitar yang berada di radius ketinggian tower," sebutnya.
Menindaklanjutinya, Komisi D menyepakati bangunan tower tersebut statusnya stanvas dan akan dilanjutkan pembahasannya di RDP berikutnya dengan menghadirkan pihak kepolisian. (s1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)