Selasa, 13 Maret 2018 - 13:27:34 WIB
Wiranto: Penundaan Status Tersangka Calon Kepala Daerah Hanya Imbauan
Kategori: Nasional - Dibaca: 2106 kali

Jakarta (SIOGE) - Menkopolhukam Wiranto meminta KPK untuk menunda pemberian status tersangka kepada calon kepala daerah yang tersandung kasus korupsi. Namun kemudian ia mengklarifikasi bahwa pernyataannya itu merupakan imbauan. Wiranto menyebut bahwa penetapan tersangka merupakan kewenangan dari KPK.
"Tapi kalau ada suatu penetapan sebagai calon tetap, ya maka silahkan saja. Kalau ternyata enggak mau, ya silahkan saja. Namanya bukan pemaksaan kok, ini kan suatu komunikasi yang kita jamin agar Pilkada itu aman, agar Pilkada serentak itu tidak diwarnai dengan kericuhan-kericuhan. Tidak ada paksaan, semuanya imbauan," ujar Wiranto usai menghadiri Forum Koordinasi dan Sinkronisasi bersama Purnawirawan Paskibraka Indonesia (PPI) di Milenium Hotel, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018).
Dia menjelaskan, maksud dari pernyataannya itu, adalah agar nantinya tidak terjadi kecurigaan atau motif politik di balik penetapan tersangka. Sehingga, ia meminta penetapan tersangka calon kepala daerah ditunda hingga pilkada selesai.
"Penundaan semata-mata untuk tidak menimbulkan syak wasangka (bias, kecurigaan), tidak menimbulkan suatu tuduhan bahwa KPK masuk dalam ranah politik. Tujuan kita baik kok, bukan mencegah untuk penindakan, bukan untuk mencegah pengusutan," ujar Wiranto.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menegaskan pihaknya segera mengumumkan status tersangka itu bila memang bukti sudah mencukupi. Ia menyebut bahwa KPK menginginkan setiap calon kepala daerah yang ikut pilkada bersih dari kasus hukum, terutama kasus korupsi.
"Misalnya calon yang terpilih nanti tersangkut masalah korupsi kan masyarakat yang rugi. Dengan ditetapkan sebagai tersangka sebelum pilkada, kami berharap masyarakat dapat memilih calon yang lebih baik," kata Alex saat dikonfirmasi.
Ketua KPK Agus Rahardjo sebelumnya juga menyatakan bahwa ada beberapa calon kepala daerah yang segera jadi tersangka. Kendati tidak menyebut secara spesifik, namun Agus menyebut, beberapa di antaranya berasal dari Pulau Jawa.
"Beberapa orang yang akan ditersangkakan itu insyaallah minggu ini kami umumkan," kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Senin (12/3/2018).(k/s1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)