Selasa, 20 Maret 2018 - 10:20:52 WIB
Makan Berlebihan saat Menyusui Bisa Berdampak Buruk pada Anak
Kategori: Lifestyle - Dibaca: 2171 kali

Makan secara berlebihan ternyata tidak hanya berdampak buruk pada ibu yang sedang menyusui, tapi juga pada anak yang sedang disusuinya. Tidak percaya? Riset ini bisa menjadi acuannya.
Sebuah penelitian yang dilakukan The Endocrine Society menunjukkan makan berlebihan bisa meningkatkan risiko seorang anak mengalami obesitas dan pubertas dini.
Pubertas dini juga dapat meningkatkan risiko diabetes dan masalah reproduksi ke depannya, menurut penelitian yng dipresentasikan pada Minggu (18/3)itu di acara tahunan Endocrine Society ke-100 di Chicago, AS.
Penelitian ini telah diujicobakan pada tikus.
“Memberikan susu formula meningkatkan risiko obesitas pada anak. Penemuan kami menunjukkan ibu yang tidak makan sehat dan dalam jumlah yang secukupnya juga berisiko berbagai masalah kesehatan pada anaknya, termasuk obesitas, diabetes, pubertas dini, dan pengurangan tingkat kesuburan,” kata Mengjie Wang, M.D., M.S., asisten peneliti di University of Toledo College of Medicine and Life Sciences di Toledo, Ohio, dilansir Science Daily.
Meski begitu, Wang menurutkan penelitian ini masih harus diujikan pada manusia. Ia mengatakan bahwa pubertas saat ini terjadi semakin cepat daripada di masa lalu.
“Obesitas pada anak, masalah kesehatan, hal tersebut adalah risiko dari pubertas dini,” katanya.
“Bukti penelitian pada hewan mengungkapkan makan berlebihan setelah disapih menyebabkan pubertas dini. Tapi kita belum mengetahui bagaimana nutrisinya saat menyusui dapat mempengaruhi metabolism dan reproduksi.”
Untuk mengtahui bagaimana kelebihan berat badan dapat mengubah waktu pubertas, Wang memberi sekelompok tikus makanan tinggi lemak dari mulai lahir hingga mereka mulai menyusui anak mereka dan menyapih. Sementara itu, sekelompok ibu tikus lain diberikan makanan biasa.
Wang menemukan bahwa memberi makan berlebihan pada ibu tikus yang menyusui menyebabkan obesitas pada anak mereka dan mempercepat waktu pubertas anak mereka.
“Tes kesuburan pada tikus setelah dewasa menunjukkan bahwa tikus yang ibunya diberi makanan berlemak tinggi saat menyusui memiliki anak lebih sedikit, durasi yang lebih lama dari saat kawin hingga melahirkan, juga gangguan kehamilan. Hal ini ditemukan pada tikus jantan dan betina," kata Wang.
Seorang Pria di AS Bisa Hidup Tanpa Jantung Selama Setahun Lebih
Peneliti juga menemukan tubuh tikus tersebut memiliki zat glukosa dan insulin yang tidak normal, pertanda mereka akan mengalami diabetes saat dewasa.
“Penelitian kami memperkuat temuan sebelumnya bahwa obesitas pada anak-anak menyebabkan pubertas dini dan penyakit metabolisme pada masa dewasa,” kata Wang.
Ia berpendapat perawatan serta pemeriksaan kesehatan sangat penting dilakukan bagi anak yang mengalami pubertas dini. Hal ini dilakukan untuk mencegah datangnya penyakit lain saat ia dewasa. (k/*)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)