Kamis, 29 Maret 2018 - 02:44:16 WIB
Panitia Paskah Raya Taput Napaktilasi IL Nommensen
Kategori: Sumut - Dibaca: 2114 kali

Tapsel (SIOGE) - Kehadiran Panitia Paskah Raya Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) di Tapsel dengan tujuan untuk menapaktilasi jejak DR IL Nommensen dalam menyebarkan berita Injil, yaitu Parausorat. Hal tersebut dikatakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang juga Ketua Panitia Umum Paskah Raya 2018 Taput Drs Parsauran Hutagalung, Selasa (27/3/2018).
Dalam kunjungan tersebut, sebanyak 17 orang rombongan begitu antusias pada tempat penting di Tapsel. Terutama, lokasi Parausorat Centre, Gereja Topas, Makam Djaroemahot, Makam Pdt Petrus Nasution dan juga kunjungannya di Bunga Bondar yang merupakan tempat kedua setelah Parausorat yang pernah didiami DR IL Nommensen dalam penginjilan.
Turut ikut dalam kunjungan tersebut yakni, Kabag kesra Ramses Silaban SH, Korwil GKPI wilayah VI, Pdt Eril Rambe Manalu STh dan Praeses HKI Daerah II Silindung, Pdt Luhut Simamora STh.
Rombongan Napak Tilas tersebut disambut Sekda Tapsel Drs Parulian Nasution didampingi Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Kabag Kesejahteraan Rakyat Solahuddin Harahap dan Camat Sipirok Sardin Hasibuan.
Sekdakab Tapsel mengatakan, sejarah telah mencatat bahwa keberadaan DR IL Nommensen dalam penginjilan yang diawali dari Parausorat hingga ke Tapanuli Utara dan daerah lainnya tak lepas dari dukungan masyarakat Parausorat ketika itu, salah satunya Djaroemahot.
Parulian juga menambahkan, Djaromahot dikenal luas sebagai tokoh pemersatu kerukunan antar umat beragama di tanah Batak, terutama di Parausorat. Apalagi, Djaroemahot Nasoetion memilik tujuh anak, enam putra dan seorang putrid. Tiga putranya menganut agama Islam, dua di antaranya menjadi tokoh penyebar agama Islam di Angkola, yaitu H. Ali Nasoetion dan Koelifah Djamariloen Nasoetion.
Tiga putra lainnya beragama Kristen, sambung Parulian, Sintua Johannes Nasoetion, Pendeta Petroes Nasoetion. Dan merupakan salah satu pendeta pertama di tanah Batak yang ditahbiskan pada tanggal 19 Juli 1885. “Dan Tandoek Nasoetion seorang demang pertama di Balige tahun 1914-1928. Sedangkan putrinya bernama Ambe boru Nasoetion, merupakan wanita batak pertama yang mampu membaca dan menulis latin,” terangnya.
Peran dan dukungan Djaroemahot dalam penginjilan juga telah dibuktikan sebelum kehadiran DR IL Nommensen. Dimana sesuai sejarah, pada tahun 1857 Djaroemahot Nasoetion memberikan atau menghadiahkan tanah kepada Pendeta Van Asselt untuk pendirian sekolah dan gereja. Dan pada tanggal 7 Oktober 1861 diadakanlah rapat antara para pendeta Belanda dan Jerman di Parausorat. Dan hasil rapat tersebut dijadikanlah hari jadi berdirinya HKBP.
Setelah itu Pdt Van Asselt digantikan oleh Pendeta DR Ingwer Ludwig Nommensen dan pada tahun 1863 St Johannes Nasoetion mendampingi Nommensen dari Parausorat ke Silindung untuk merintis Desa Kristen pertama di tanah Batak, yaitu Huta Dame.
Setelah itu Nommensen pindah ke Desa Sigumpar yang berada di Kabupaten Tobasa saat ini.
Pada kesempatan itu, rombongan juga mengadakan ibadah di Gereja Topas, yang diyakini merupakan gereja pertama di tanah Batak. Dimana, dulunya bangunannya terbuat dari topas atau anyaman bambu. Dan saat ini bentuknya sudah gedung. “Bangunan Gereja lama sudah diangkut semuanya dan dibawa ke kantor pusat,” terang Nehemia Siregar, prohanger di gereja itu.(nt/s1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)