Rabu, 11 April 2018 - 10:57:20 WIB
Drama OTT KPK di Bandung Barat
Kategori: Nasional - Dibaca: 2105 kali

Bandung (SIOGE) - KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Bandung Barat. Dalam OTT ini, KPK mengamankan 6 orang, di antaranya seorang kepala dinas, PNS biasa, dan pihak swasta.
"Saya cek memang ada kegiatan tim penindakan di lapangan. Sebagian dibawa ke KPK dan lainnya dilakukan pemeriksaan awal," kata Jubir KPK Febri Diansyah.
Febri masih enggan merinci dalam kasus apa penangkapan ini dilakukan. Namun diduga ada suap ke penyelenggara negara. KPK membawa bukti uang ratusan juta rupiah.
"Ada uang yang diamankan," ungkapnya.
Hingga Rabu (11/4) pagi ini, KPK masih melakukan pemeriksaan pada enam orang ini. Status mereka ditentukan sore ini. KPK akan melakukan jumpa pers.
Namun ada drama dalam operasi tangkap tangan KPK kali ini. Bupati Bandung Barat Abu Bakar yang sempat diberitakan ditangkap ternyata muncul dan memberikan jumpa pers, bahkan sebanyak dua kali. Pertama di Cimahi dan kedua di rumah dinasnya di Lembang, Bandung.
Kepala Subbagian Pemberitaan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Taufik Kurnaefi dengan tegas membantah penangkapan Abu Bakar.
"Enggak bener. Pak Abu Bakar lagi dalam perjalanan menuju rumah kediaman di Lembang," kata Taufik, Selasa (10/4).
Menurut Taufik, petugas KPK sempat menanyakan beberapa hal kepada Abu Bakar. Salah satunya adalah terkait dugaan kepala dinas yang mengumpulkan uang untuk keperluan pilkada di Kabupaten Bandung Barat.
Namun, Abu Bakar kemudian mengaku tidak mengetahuinya. Ia juga mengaku tidak pernah memerintahkan mengenai hal tersebut.
"Setelah diminta klarifikasi, anggota KPK sudah kembali," ujar dia.
Abu Bakar juga turut mengklarifikasi kabar tersebut. Dalam konferensi pers di kediamannya di daerah Kota Baru Parahyangan, ia menceritakan rangkaian kegiatan yang ia lakukan sepanjang hari. Mulai dari menjalankan tugas sebagai seorang bupati di pagi hari hingga mempersiapkan bahan dan materi untuk debat publik yang akan dijalani oleh istrinya.
Abu Bakar juga membenarkan ada penyidik KPK yang datang ke kediamannya. Kedatangan penyidik KPK itu untuk meminta keterangan Abu Bakar soal kegiatan yang dilakukan oleh para kepala SKPD.
Kepada wartawan, Abu Bakar menyebut ada dua orang penyidik KPK yang datang menemuinya. Ia juga menyatakan hanya memberikan keterangan seperti yang diminta oleh penyidik KPK.
"Keterangan dalam posisi saya sebagai kepala daerah, pengetahuan saya tentang aktivitas kepala dinas, tindakan-tindakan yang dilakukan kepala dinas," kata Abu Bakar.
Ia juga tidak tahu jika ada SKPD yang ditangkap dalam OTT. "Saya belum ada komunikasi. Masih gelap apa yang KPK dapatkan," pungkasnya.
Hingga pagi ini Bupati Abu Bakar masih berada di rumahnya di Lembang. Kabarnya dia akan melakukan pemeriksaan kesehatan di RS Boromeus Bandung. Namun pantauan kumparan hingga pukul 08.00 WIB, belum ada tanda-tanda pergerakan dari kediaman Abu.
Jubir KPK Febri diansyah
Jubir KPK Febri Diansyah ini saat dikonfirmasi soal Abu Bakar yang ditangkap sesuai pernyataan sebelumnya hanya menjawab diplomatis. Kata Febri, sebenarnya total ada 7 orang akan dibawa KPK ke Jakarta.
Tetapi salah seorang tidak jadi dibawa ke Jakarta karena memberikan alasan sakit dan mesti menjalani pemeriksaan kesehatan. Penyidik akhirnya hanya meminta keterangan awal.
Apakah orang ketujuh itu sang bupati? Febri tak mau berspekulasi. Kata dia sebaiknya menunggu keterangan pimpinan KPK sore ini.(k/s1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)