Kamis, 19 April 2018 - 10:42:13 WIB
Godfried Lubis : Penertiban Bus AKAP dan AKDP di Medan Jangan Musiman
Kategori: Medan - Dibaca: 2118 kali

Medan (SIOGE) - Rencana Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan Kota Medan untuk melakukan penindakan dan penertiban terhadap bus dan mobil parkir penjual pulsa di badan jalan, disambut baik anggota DPRD Medan. Namun penertiban itu jangan sebatas musiman atau ibarat "proyek balon."
"Kita mendukung dilakukan penertiban, penindakan pelanggaran lalulintas yang terbukti menimbulkan kemacetan. Tapi penertiban harus menyeluruh dan jangan pandang bulu," ujar Drs Godfried Effendi Lubis MM kepada wartawan, Rabu (18/4/2018) menyikapi rencana Dishub Kota Medan melakukan penertiban bus Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan Angkutan Kota Antar Propinsi (AKAP) yang parkir di bahu jalan.
Menurut Anggota komisi D DPRD Medan yang membidangi perlalulintasan itu, penertiban itu dilakukan secara menyeluruh dan komprehensip. Sehingga penertiban maksimal dan tidak menimbulkan masalah baru yakni ditertibkan di satu tempat namun masalah pindah ke tempat lain. "Seperti pencet balon, dipencet di sini gembung di sana," ujarnya.
Menurut Politisi Gerindra itu, pihaknya mendorong Pemko Medan agar penertiban dilakukan secara rutin dan tegas tapi bukan gagah-gagahan. Artinya, jangan minggu ini kosong namun minggu depannya timbul lagi. "Bertahun-tahun kita perhatikan penertiban tetap saja musiman. Hal seperti itu yang seharusnya dirobah total," sebutnya.
Sebelumnya, Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat menyebutkan, pihaknya akan melakukan penertiban pool dan bus-bus besar dari Aceh yang sering parkir di pinggiran Jalan Asrama Jalan SM Raja. Sebab, kondisi demikian berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas juga kemacetan.
Sama halnya, pedagang kaki lima yang menjual pulsa maupun paket data. Para pedagang yang menggunakan kendaraan roda empat, bukan saja berjualan di badan jalan, tetapi juga di trotoar.
Menurut Renward, persoalan ini terjadi di berbagai kecamatan di Medan. Di antara di Jalan Jamin Ginting, Sisingamangaraja, Pasar Merah dan lainnya. Dikatakannya, pihak sudah sering melakukan penertiban tetapi tetap saja membandel. Bahkan ada kendaraan pedagang harus sempat ditahan di Kayu Putih, ujarnya. (s1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)