Sabtu, 19 Mei 2018 - 00:41:21 WIB
Anggota DPRD Medan Kunjungi Pasar Murah, Komisi C Kritik Sistem Penjualan dan Penargetan
Kategori: Medan - Dibaca: 2106 kali

Medan (SIOGE) - Komisi C DPRD Medan mengapresiasi sekaligus mengeritik pelaksanaan Pasar Murah yang dilaksanakan Pemko dalam menyambut bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Di antaranya tidak adanya batasan banyaknya masyarakat membeli produk dan adanya target penjualan yang dibebankan kepada pihak kelurahan.
Hal itu ditemukan saat Ketua Komisi C DPRD Medan Hendra DS dan Wakil Ketua Mulia Asri Rambe (Bayek), kemarin mengunjungi beberapa lokasi pelaksanaan Pasar Murah. Itu dilakukannya sebagai respon atas dilaksanakannya kegiatan Pasar Murah di 151 titik pada 21 kecamatan.
Salah satu tempat pelaksanaan Pasar Murah yang dikunjungi Komisi C adalah di Kantor Lurah Sudirejo I Kecamatan Medan Kota. Hendra DS dan Bayek, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut, karena dinilai positif untuk membantu masyarakat.
Diakuinya, dari harga yang ditawarkan di Pasar Murah, memang sangat membantu masyarakat. Karena rata-rata dibawah harga pasar antara Rp.2.000-3.000 per produk ataupun per kg. Dengan pengurangan harga tersebut, diyakini masyarakat akan sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama pada bulan Ramadan.
Namun, Politisi Partai Hanura ini menyebutkan ada beberapa hal yang menjadi kritikan, yaitu tidak adanya batasan jumlah produk yang dibeli masyarakat, dan adanya target yang dibebankan kepada pihak kelurahan, sebagai pelaksana Pasar Murah.
Terjadi Penumpukan
Sementara itu Wakil Ketua Komisi C Mulia Asri Rambe mengatakan terlihat di lapangan masyarakat dibebaskan saja membeli produk seberapapun jumlahnya. Efek negatifnya dikhawatirkan akan terjadi penumpukan barang oleh warga tertentu. Selain itu juga produk-produk yang dijual tidak terdistribusinya kepada masyarakat.
Politisi Golkar ini melihat hal itu sebagai kelemahan yang harus segera dievaluasi. Karena bisa saja kondisi itu dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk menumpuk barang. Atau juga dimanfaatkan oleh pedagang eceran, yang akan menjualnya lagi di luar Pasar Murah.
Harusnya, panitia mendata masyarakat yang datang. Dalam sehari, warga hanya boleh belanja satu kali dengan volume yang terbatas. Dengan begitu tujuan Pasar Murah untuk membantu masyarakat dapat tercapai, ujarnya lagi.
Kemudian, Pemko Medan harus segera merevisi aturan tentang pemberian target penjualan kepada pihak kelurahan. Diperoleh informasi, bila pihak kelurahan tidak mencapai target penjualan tertentu, ke depannya tidak boleh lagi mengadakan Pasar Murah.
Kebijakan ini akan menimbulkan permainan yang dapat merugikan masyarakat. Karena, pihak kelurahan tidak lagi berpikiran untuk meratakan distribusi, tapi sebatas pencapaian target.
Daftar Harga
Adapun harga bahan kebutuhan pokok yang dijual di Pasar Murah, di antaranya beras kualitas premium dijual Rp.8.180/kg, harga di pasaran Rp.12.000/kg. Gula pasir Rp.9.950/kg (Rp.12.000 di pasaran), tepung terigu Rp.6.180/kg (Rp.8.000), telur Rp.925/butir (Rp.1.300), kacang tanah kupas Rp.20.800/kg (Rp24.000), blue band 200 gram Rp.5.500/sachet (Rp.7.000), minyak goreng Sania 1 liter Rp.11.500 (Rp.13.500), serta minyak goreng Fortune 1 liter Rp.11.000 (Rp.13.000) dan lainnya. (s1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)