Selasa, 12 Juni 2018 - 10:57:27 WIB
‘Sang Pembela Trump’ Gigih di Perundingan, Tersungkur Serangan Jantung
Kategori: Internasional - Dibaca: 2115 kali

Washington (SIOGE) - Penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Larry Kudlow, harus dilarikan ke rumah sakit di kawasan Washington DC, setelah terkena serangan jantung. Kabar itu diungkap Presiden Trump melalui akun twitter pribadinya @realDonaldTrump, pada Selasa (12/6) pagi.
Kudlow yang merupakan Direktur Dewan Ekonomi Nasional di Gedung Putih, sebelumnya harus menghadapi serangkaian perundingan panjang terkait politik perang dagang yang dicanangkan Presiden Trump. Hal itu bermula, ketika Trump menaikkan tarif impor produk baja dan aluminium, yang kemudian memicu serangan balasan dari negara-negara utama eksportir baja dan aluminium.
Bukan hanya harus berunding dengan seterunya, China, AS juga harus berhadapan dengan sekutu-sekutu lamanya seperti Eropa dan Kanada yang juga terkena dampak kebijakan penaikan tarif impor tersebut. Kudlow yang berusia 70 tahun, dikenal sebagai sosok pembela gigih kebijakan Presiden Trump.
Dia masuk ke Gedung Putih pada Maret lalu, menggantikan penasihat ekonomi sebelumnya Gary Cohn. Berbeda dengan sikap Kudlow, Cohn menolak kebijakan perang dagang, namun masukan-masukannya kepada Trump kalah pengaruh dibandingkan tokoh-tokoh lain di lingkaran dalam Presiden Trump.
Meski baru masuk lingkaran dalam Presiden Trump di Gedung Putih 3 bulan lalu, namun Kudlow sudah terlibat mendukung kampanye Trump pada Pilpres 2016 lalu. Secara informal, dia menjadi penasihat Trump dalam berurusan dengan media selama masa kampanye.
Kelahiran New Jersey ini memang punya pengalaman panjang di media. Mengawali kariernya sebagai editor ekonomi, Kudlow lantas memgampu sejumlah program ekonomi di CNBC.
Pekan lalu, Kudlow turut serta bersama Presiden Trump dalam KTT G7 di Quebec, Kanada. Usai pertemuan tersebut, dia melakukan beberapa wawancara media pada Minggu (10/6) untuk membela Trump secara gigih, setelah perselisihan Trump dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN pada Minggu (10/6), Kudlow dengan berapi-api mengungkap kegeramannya kepada Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Kudlow menyebut Trudeau telah "menikam kita di belakang", setelah Perdana Menteri Kanada itu menyebut bahwa tarif impor AS terhadap produk-produk Kanada "menghina" dan akan mengakibatkan tarif pembalasan terhadap AS. (k/s1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)