Senin, 30 Juli 2018 - 13:25:54 WIB
F-PDIP DPRD Medan Minta Developer Pasar Timah Tunggu Putusan MA
Kategori: Medan - Dibaca: 2103 kali

Medan (SIOGE)

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) DPRD Medan meminta pihak developer yang akan merevitalisasi Pasar Timah tidak memaksakan diri untuk segera membangun. Developer harus bersabar sampai putusan kasasi di tingkat Mahkamah Agung (MA) keluar. 

Hal itu disampaikan Ketua F-PDIP DPRD Medan Hasyim SE kepada wartawan, Rabu (25/7) menanggapi pernyataan pihak Developer Pasar Timah Sumandi Wijaya, yang mengeluhkan lambatnya proses pemindahan pedagang pasar itu ke tempat penampungan yang sudah disediakan. Akibatnya pembangunan Pasar Timah belum juga dapat dilaksanakan. 

Sehari sebelumnya, Sumandi saat menghadiri undangan Komisi C DPRD Medan pada pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas Pasar Timah, menyebutkan harusnya tidak ada lagi alasan para pedagang bertahan berjualan di Jalan Timah. Dia juga meminta Pemko Medan tegas memindah pedagang ke tempat penampungan.

Anggota Komisi C DPRD Medan Hasyim, menyebutkan bahwa revitalisasi Pasar Timah,  belum bisa dilakukan karena masih berperkara di tingkat kasasi. Pihak developer diharapkan tidak memaksakan diri untuk segera memindahkan pedagang dan segera membangun Pasar Timah. Kalau developer mengeluhkan tentang lamanya proses hukum yang bertingkat-tingkat, disebutkan Ketua DPC PDIP Medan ini merupakan konsekuensi dari masalah yang terjadi.

F-PDIP tetap mengambil sikap tetap mengadvokasi pedagang sampai adanya putusan MA, ujarnya. Menurutnya, terjadinya persoalan pada rencana revitalisasi Pasar Timah ini dikarenakan sikap awal pihak developer yang tidak ‘merangkul’ pedagang. Akibatnya muncul berbagai asumsi yang membuat pedagang khawatir. 

Developer Pasar Timah, tidak mengambil contoh dari pelaksanaan revitalisasi Pasar Titikuning (Tikun). Katanya, developer di Pasar Tikun, sejak awal melakukan langkah yang ‘merangkul.’ Mereka berkali-kali melakukan dialog secara terbuka dengan pedagang. Hasilnya sangat baik, tidak ada gejolak. Karena pedagang merasa nyaman. Berbeda dengan Pasar Timah, katanya.

Disebutkannya juga, banyaknya persoalan yang terjadi pada rencana revitalisasi Pasar Timah, yang membuat pedagang was-was. Dari mulai persoalan gedung penampungan yang tidak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB), sampai SIMB untuk Pasar Timah yang belum dilengkapi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Persoalan di Pasar Timah sangat banyak. Sejak awal pihak developer tidak pernah duduk sama dengan pedagang, menjelaskan tentang rencana revitalisasi serta penempatan pedagang selanjutnya. Sekarang masalahnya sedang berproses di ranah hukum. Sebaiknya, kita tunggu saja keputusan hukumnya, ujarnya mengakhiri. (S1)

 

 




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)