Rabu, 08 Agustus 2018 - 23:38:55 WIB
Ketua FP Golkar DPRD Medan : Walau Sudah Ada Perda, Warga Masih Buang Sampah Sembarangan
Kategori: Medan - Dibaca: 2099 kali

Medan (SIB) - DPRD Kota Medan bersama Pemko telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No. 6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan. Bahkan, Perda tersebut beberapa kali disosialisasikan anggota DPRD kepada masyarakat, agar dipahami pentingnya arti kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Kendati Perda tersebut telah disosialisasikan, bahkan telah diterapkan sanksinya kepada masyarakat baik secara personal (individu) maupun kelembagaan, namun masih saja terlihat dan terdapat masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Terhadap kondisi ini, Senin (6/8) Ketua FP Golkar DPRD Kota Medan H Ilhamsyah SH mengaku prihatin, karena kesadaran masyarakat akan kebersihan masih rendah. “Pemko harus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kebersihan. Hidup bersih itu bukan hanya menjadi budaya, tetapi harus menjadi kebutuhan,” ujarnya kepada wartawan menyikapi masih adanya masyarakat membuang sampah sembarangan.
Pada Bab IV Pasal 6 a dalam Perda No. 6 tahun 2015 itu, jelas dinyatakan tugas pemerintah daerah adalah menumbuhkembangkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan persampahan.
“Nah, Kepling sebagai perpanjangan tanganan Pemko Medan di tingkat paling bawah harus bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujar anggota Komisi D DPRD Medan ini.
Sementara dalam Pasal 10, diterangkan bahwa setiap orang berkewajiban mengurangi sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan, pengurangan sampah sejak dari sumbernya serta menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan.
“Untuk mendukung itu, Pemko Medan melalui instansi terkait harus menyediakan wadah sampah, agar masyarakat membuang sampahnya di tempat-tempat yang telah disediakan,” ujarnya lagi.
Di sisi lain, Ilhamsyah menyarankan agar Kepling diberi kewenangan menegur dan memberikan sanksi kepada warga yang membuang sampah sembarangan. “Ini perlu bukan hanya untuk Perda agar berjalan maksimal, tetapi juga bisa memberikan efek jera kepada masyarakat, sehingga lingkungan bisa menjadi bersih,” ungkapnya.
Pemko Medan sendiri, memberikan insentif kepada lembaga ataupun perorangan yang dapat melakukan inovasi dalam melakukan pengelolaan persampahan serta pelaporan atas pelanggaran terhadap larangan.
“Artinya, melaporkan saja kepada pemerintah kalau ada yang melakukan pelanggaran terhadap pengelolaan persampahan ini, kita mendapatkan insentif. Dalam Perda juga ada sanksi pidannya, dimana setiap orang yang membuang sampah sembarangan akan dipidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp10 juta dan bagi setiap badan/lembaga yang membuang sampah sembarangan akan dipidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp50 juta. Jadi, marilah kita menjaga kebersihan lingkungan kita dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ajaknya mengakhiri. (S1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)