Kamis, 09 Agustus 2018 - 13:17:12 WIB
Ini Alasan Gerindra Pilih Sandiaga Uno Cawapres Prabowo
Kategori: Nasional - Dibaca: 2104 kali

Jakarta (SIOGE) - Sandiaga Uno dikabarkan menjadi cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang melawan Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu terungkap dalam pernyataan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, Rabu (8/8/2018).
Andi menyatakan, Sandiaga Uno ‘menyogok’ Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amana Nasional (PAN) dengan uang tak sedikit.
Yakni masing-masing mencapai Rp500 miliar.
Uang itu menjadi pemulus agar Sandi bisa diterima menjadi pendamping mantan menantu Presiden Soeharto tersebut.
Sehingga, duet Prabowo-Sandi menjadi pasangan yang akan menantang Joko Widodo sebagai calon petahana di Pilpres 2019 mendatang.
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria pun angkat bicara terkait duet tersebut.
Menurut partainya, Sandi dianggap sebagai sosok alternatif dari semua kandidat cawapres yang ada.
Selain itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga dianggap yang bisa diterima calon mitra koalisi oposisi.
Pasalnya, masing-masing parpol koalisi oposisi, yakni Demokrat, PKS dan PAN sama-sama ngotot ingin mengajukan kader masing-masing sebagai capres.
“Kebetulan Sandi kan satu partai dengan Prabowo,” katanya, Rabu (8/8).
Dipilihnya Sandiaga itu, jelasnya, diyakini pihaknya tak akan membuat partai lain iri.
“Partai lain kan maunya Demokrat, yang PAN maunya PAN, PKS maunya PKS,” jelasnya.
Nah, sebagai alternatif, maka dipilih sosok yang benar-benar di luar dari tiga parpol tersebut.
“Alternatifnya dipilih di luar tiga partai ini,” katanya.
Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat itu mengungkapkan, gagalnya koalisi itu dikarenakan ada aliran dana ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Andi menyebut, dua parpol itu mendapat ‘sogokan’ uang 500 miliar dari Sandiaga Uno.
Demikian diungkap Andi Arief kepada awak media, Rabu (8/8/2018).
Sodoran uang dalam jumlah besar itu, untuk memulsukan langkah Sandiaga menjadi cawapres mantan menantu Presiden Soeharto tersebut.
Demikian disampiakan Andi Arief kepada awak media, Rabu (8/8/2018).
“Sandi sanggup membayar masing-masing per parpol Rp 500 miliar demi pilihannya untuk menjadi cawapres. Benar-benar jenderal di luar dugaan,” katanya.
Andi mengungkapkan, Prabowo dan SBY sebelumnya melakukan pertemuan pada Selasa (7/8) malam.
Dalam pertemuan itu, lahir sejumlah kesepakatan-kesepakatan terkait Pilpres 2019 mendatang.
Ironisnya, kesepakatan itu justru berubah hanya dalam hitungan jam saja.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya menegaskan bukan tak mungkin Demokrat meninggalkan Gerindra sekaligus PKS dan PAN.
“Besar kemungkinan kami akan tinggalkan koalisi kardus ini,” tegasnya.
Kendati demikian, Andi tak merinci langkah apa yang selanjutnya akan dilakukan partai berlambang bintang mercy tersebut.
“Lebih baik kami konsentrasi kepada pencalegan ketimbang masuk lumpur politik PAN, PKS dan Gerindra,” tegasnya.(pjk1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)