Sabtu, 18 Agustus 2018 - 13:14:43 WIB
Senin, Joni Pemanjat Tiang Bendera akan Bertemu Presiden Jokowi dan Ingin Jadi Tentara
Kategori: Nasional - Dibaca: 2110 kali

NTT (SIOGE) - Johannes Adekalla alias Joni, pemanjat tiang bendera asal NTT akhirnya tiba di Jakarta. Dia akan menjalani berbagai kegiatan di Jakarta.
Joni akan menghadiri pembukaan Asian Games 2018 untuk memenuhi undangan khusus dari Kemenpora Imam Nahrawi. Selain itu, Joni juga akan diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana, Senin (20/8).
"Senin akan diterima Bapak Presiden," kata Menpora Imam Nahrawi saat menyambut kedatangan Joni di kantor Kemenpora, Jakarta, Sabtu (18/8/2018).
Joni tiba di kantor Kemenpora sekitar pukul 11.55 WIB. Joni yang masih mengenakan seragam SMP itu diterima langsung oleh Imam.
Imam sempat berbincang dengan Joni. Dia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung, membantu, dan mengapresiasi langkah heroik Joni memanjat tiang agar Bendera Merah Putih tetap berkibar.
"Joni kita sudah sampai di Jakarta nih di kantor Kemenpora terima kasih kepada orang tua, ayah, ibu, terima kasih," imbuh dia.
"Joni akan menyaksikan pembukaan Asian Games. Ini sebuah kebanggaan bagi Indonesia karena kita punya Joni yang sangat heroik dan sangat spektakuler," ucap dia.
Bercita-cita Jadi Tentara
Bocah pemanjat tiang bendera Johannes Adekalla alias Joni, memenuhi undangan menghadiri pembukaan Asian Games 2018. Namun sebelum menghadiri pembukaan, Joni bersama keluarga akan santap siang bersama Menpora Imam Nahrawi.
Joni dan keluarga diterima Imam sekitar pukul 11.55 WIB. Setibanya di Kantor Kemenpora, Joni sempat ditanya beberapa hal oleh Imam. Salah satunya yakni cita-cita Joni kelak yang ingin jadi tentara.
"Jon cita-citanya jadi apa?" tanya Imam kepada Joni.
"Mau jadi TNI. Rasanya senang sekali, baru satu kali (ke sini) melihat tempat-tempat, gambar Asian Games," timpal Joni sambil tersenyum malu.
Imam juga mengajak Joni untuk bercerita saat-saat ia memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali yang tersangkut itu. Joni mengaku tak takut saat memanjat. Joni berinisiatif untuk memperbaiki tiang agar rangkaian upacara peringatan hari kemerdekaan bisa dilanjutkan.
"Harus berusaha ambil talinya supaya bisa lanjut upacaranya," kata Joni.
Sebelumnya, aksi pelajar kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Silawan, Atambua, NTT itu menuai banyak pujian setelah berani memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali yang tersangkut saat upacara peringatan HUT ke-73 RI di Pantai Motaain, Belu. Joni merupakan anak dari kedua orang tua asli Timor Timur yang memilih menjadi WNI pasca jajak pendapat tahun 1999.(*)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)