Sabtu, 18 Agustus 2018 - 22:48:24 WIB
Bus Rombongan Pesta Asal Medan, Masuk Jurang Kedalaman 60 Meter di Tobasa
Kategori: Sumut - Dibaca: 2141 kali

Tobasa (SIOGE) - Bus angkutan umum yang membawa rombongan pesta asal Kota Medan, menuju Dusun Sipange Desa Cinta Dame Kecamatan Nassau, masuk jurang berkedalaman sekitar 60 meter di Jembatan Sipegepege, Aekkualu Desa Lumban Rao tengah, Kecamatan Nassau, Kabupaten Tobasa, Sabtu (18/8/2018) sekira pukul 06.00 WIB.
Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Alam (BNBP) Herbert Pasaribu kepada wartawan mengatakan, sampai pukul 18.00 WIB, korban belum seluruhnya dapat dievaukuasi. Pihaknya telah mengevakuasi korban sebanyak 18 orang. 16 korban yang berhasil dievaukuasi mengalami luka yang cukup serius, sementara 2 korban lainnya meninggal di perjalanan menuju rumah sakit.
Dijelaskan Kadis BNBP, 4 orang korban meninggal di dalam mobil belum dapat dievaukuasi. Diperkirakan masih ada korban meninggal yang terbawa arus sungai. Namun pihaknya telah bekerjasama dengan Basarnas, Kepolisian, TNI dan PT. Binsar Natorang Energi (BNE) untuk melakukan pencarian.
“Masih ada korban yang belum dapat kita evakuasi. Hingga saat ini, masih ada empat orang korban meninggal di dalam mobil. Kita masih berusaha melakukan evakuasi korban dan melakukan pencarian korban yang hilang,” terangnya.
Menurut Herbert Pasaribu, sopir bus yang membawa rombongan belum jelas mengetahui kondisi jalan. Saat tiba di Aekkualu Jembatan Sipegepege, tiba-tiba bus kehilangan kendali dan masuk jurang dengan kedalaman sekitar 60 meter.
Lebih lanjut disebutkan Kadis BNBP, jarak lokasi kejadian dengan lokasi pesta hanya berkiasar 10 km. Rombongan diketahui keluarga perempuan yang melaksanakan adat pernikahan adat batak (pasahat sulang sulang pahompu – Red).
Pantauan di lapangan, Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian, Wakil Bupati Ir.Hulman Sitorus, Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli langsung meninjau lokasi kejadian. Untuk mengevakuasi korban, Pemkab Tobasa menurunkan satu unit mobil Derek dan 3 unit alat berat.
Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli melalui Kasat Lantas AKP Lambok Gultom dikonfirmasi sekira pukul 19.20 WIB membenarkan bus penumpang rombongan pesta asal Kota Medan masuk jurang di Jembatan Sipegepege, Aekkualu Desa Lumban Rao tengah, Kecamatan Nassau, Kabupaten Tobasa.
Sampai saat ini, pihaknya masih berusaha mengevakuasi korban yang masih di dalam bus. Korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 17 orang, 2 orang di antaranya meninggal dunia dan 15 orang mengalami luka cukup serius.
“Sampai saat ini, kita masih berusaha mengevakuasi korban yang masih di dalam bus. Soal data dan namanya kita belum dapat. Beberapa unit alat berat sudah diturunkan untuk mengangkat mobil dari jurang. Kita akan terus bekerja mengevakuasi korban,” kata Kasat Lantas.
Bus Rombongan Berhasil Diangkat
Tepat pukul 21.00 WIB, Bus pengangkut rombongan parboru itu baru berhasil diangkat menggunakan dua unit alat berat dan terali jembatan. Bus tersebut tampak diselimuti semak-semak yang terseret saat evakuasi.
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, di dalam bus tersebut masih ada 4 orang korban meninggal. Lantaran posisi korban terjepit bodi mobil yang penyot dan di dasar jurang yang sempit, tidak memungkin dilakukan evakuasi korban. Untuk itulah bus tersebut harus diangkat.
“Di dalam bus masih ada 4 orang korban yang sudah meninggal dunia, posisinya terjepit. Tim sudah mengikat badan korban agar lepas dan jatuh ke sungai. Jadi kita upayakan semaksimal mungkin,” kata Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian di lokasi kejadian.(t/s1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)