Jumat, 24 Agustus 2018 - 09:36:39 WIB
Pusing Rupiah Terus Tertekan, Garuda Desak Tarif Batas Bawah Dinaikkan
Kategori: Ekbis - Dibaca: 2100 kali

Medan (SIOGE) - Nilai tukar rupiah masih tertekan dolar Amerika Serikat. Mata uang Paman Sam tersebut belum mau keluar dari kisaran Rp 14.600.
Tertekannya rupiah sangat dikeluhkan industri penerbangan karena harga avtur pasti naik. Dengan kenaikan harga avtur, mau tidak mau harusnya harga tiket pesawat terbang juga naik.
"Itu memang terasa jadi kami di domestik tentunya tidak bisa menyesuaikan tarif dengan begitu saja mengikuti kurs yang terjadi. Kami, Garuda Indonesia itu kita sangat patuh pada penerapan tarif batas atas dan tarif batas bawah. Jadi kami masih bergerak pada range itu," ungkap Direktur Niaga Domestik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Nina Sulistyowati kepada kumparan, Jumat (24/8).
Untuk itu, Garuda mendesak Kementerian Perhubungan segera menaikkan tarif batas bawah. Garuda sudah mengajukan hal tersebut kepada Kemenhub tetapi belum direspon.
"Kami ajukan, kami sedang ajukan dalam review masih di kementerian perhubungan," sebutnya.
Walaupun harga tiket belum naik, Garuda gencar menjual tiket promo khususnya rute mancanegara. Strategi ini dipakai agar Garuda bisa menggaet penumpang asing yang ujungnya tentu saja mendapatkan lebih banyak devisa untuk membiayai pembelian avtur hingga perawatan pesawat terbang.
"Tentunya kita cari cara-cara terobosan tadi (Garuda Online Travel Fair), tentunya banyak mengutamakan bagaimana mendatangkan (wisatawan) dari luar ke Indonesia karena di situ devisa kan pembayarannya melalui mata uang asing," pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Pahala N Mansury pernah berkeluh kesah terkait tingginya harga avtur di Indonesia. Dia bilang harga avtur di Indonesia sudah naik 11 persen. Kesempatan itu digunakan dia untuk meminta Kemenhub menyesuaikan tarif batas bawah menjadi 40 persen dari sebelumnya 30 persen dari tarif batas atas sesuai kelompok pelayanan.(k)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)