Selasa, 13 Mei 2014 - 01:44:55 WIB
BI & PEMKO MEDAN TANDATANGANI NOTA KESEPAHAMAN SEKTOR PERTANIAN
Kategori: Medan - Dibaca: 2100 kali

Medan (SIOGE)

Pemko Medan dan Bank Indonesia melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama sektor pertanian di wilayah Kota Medan, Senin (5/5). Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan guna menetapkan satu wilayah menjadi sentra holtikultura di Kota Medan. Diharapkan melalui langkah ini dapat meningkatkan produksi sayuran dan buah, khususnya komoditas holtikultura bawang merah.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan langsung Plt Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi dengan Kepala Perwakilan BI Wilayah IX Sumut- Aceh Difi A Djohansyah di ruang Kuala Deli Kantor BI Wilayah IX Sumut Aceh Jalan Balai Kota Medan.

Dijelaskan Eldin, penandatanganan nota kesepahaman kerjasama sektor pertanian, terutama  peningkatan produksi bawang merah ini dilakukan karena perkembangan kondisi makro ekonomi Kota Medan saat ini tercatat menunjukkan tingkat inflasi yang cukup tinggi di awal tahun. Malah mencatatkan bawang merah sebagai salah satu komoditi penyumbang inflasi yang cukup signifikan.

Untuk itulah nota kesepahaman ini dilakukan  agar kiranya masyarakat petani dapat kita fasilitasi dalam berbagai bentuk pelatihan, pendanaan dan pendampingan serta pengembangan  kelembagaan, khususnya dalam meningkatkan produktifitas bawang merah.

Mantan Sekda Kota Medan ini selanjutnya menyampaikan, berdasarkan RUTR Kota Medan, di sebahagian kawasan Marelan telah ditetapkan sebagai pusat pengembangan pertanian holtikultura. Selain itu akan dilengkapi dengan pasar tradisional yang semakin baik dan kini dalam proses pembangunan.

Kepada Kadis Pertanian dan Keluatan Kota Medan, Eldin berpesan agar terus berkoordinasi  baik dengan SKPD  di lingkungan Pemko Medan maupun pihak BI guna memberhasilkan kerjasama yang telah dirancang dengan baik ini. Dengan demikian dapat diwujudkan secara nyata  dengan volume yang semakin luas nantinya.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, saya berharap  akan membuka berbagai peluangkerjasama dengan BI di sektor lainnya pada masa yang akan datang, terutama dalam pengendalian inflkasi daerah, pembinaan UMKM dan program-program penaggulangan kemiskinan lainnya, ujarnya.

Selain bawang merah, Eldin juga menawarkan kerjasama pembudidayaan jambu air. Dia berharap pembudidayaan jambu air ini dapat membantu  penghasilan keluarga, sebab jambu air yang akan dibudidayakan  tak pernah putus berbuah. Termasuk, pembudiyaan jambu gelutuk (jambu biji) yang buahnya tanpa biji sedikitpun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut- Aceh Difi A Djohansyah mengatakan, selaras dengan upaya pengendalian inflasi, periode ini BI bersama Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan akan mengembangkan klaster bawang merah. Sebagaimana diketahuibawang merah merupakan komiditi yang memberikan pengaruh terhadap capaian inflasi di Provinsi Sumut dengan andil 0,51 persen.

Selain itu, bawang merah juga merupakan komoditas yang memiliki frukensi tinggi sebagai penyumbang inflasi. Untuk inflasi Kota Medan sendiri, kenaikan harga bawang merah telah menyebabkan inflasi sebanyak 7 kali pada tahun 2013. “Pilot project pengembangan klaster akan dilaksanakan di Kecamatan Medan Marelan seluas lebih kurang 5 hektar, jelas Difi.

Ditambahkannya lagi, kelompok tani yang terlibat dalam program ini sebanyak 6 kelompok. Dia berharap melalui program ini produksi bawang merah dapat ditingkatkan. Dalam ruang lingkup yang lebih besar, gerakan menanam bawang merah pada gilirannya dapat berdampak pada ketersediaan pasokan yang mempengaruhi stabilitas harga.

Penandatanganan nota kesepahaman ini tentunya menjadi langkah bagi kami dalam meningkatkan perekonomian di Kota Medan, khususnya sektor pertanian. Setelah penandatanganan ini, BI dan Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan akan  menindaklanjuti program ini dengan berbagai kegiatan seperti penanaman, studi banding, program pelatihan serta pemberdayaan kelompok tani, paparnya. (S1)




Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Huruf Apa Itu ?)