Jenazah Balita Diduga Korban Pembunuhan di Pakkat Diautopsi Ke RS Adam Malik Medan
01 Maret 2020 - 13:39:00 WIB | Dibaca: 3608x
Humbahas (SIOGE) - Jenazah balita yang diduga korban pembunuhan orangtuanya di Desa Peadungdung, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Sabtu (29/2/2020) sekira pukul 18.00 WIB, dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik Medan untuk keperluan autopsi.
Kedua orangtuanya bernama Louiker Tarihoran (42) dan Sinta Br Lase (35) yang juga dalam kondisi kritis juga dirujuk ke Rumah Sakti Umum Pusat H Adam Malik Medan, setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan di Puskesmas Pakkat dan RSUD Doloksanggul.
Hal itu disampaikan oleh Kapolres Humbahas AKBP Rudi Hartono melalui Kasubbag Humas Aiptu S Purba kepada wartawan, Minggu (1/3/2020).
Dia mengatakan, korban berinisial DS ditemukan tewas di lokasi perladangan Sitalahap Dusun Adian, Desa Peadungdung Kecamatan Pakkat dengan kondisi mengenaskan akibat sejumlah tusukan senjata tajam di sekujur tubuhnya.
“Kedua orangtuanya dibawa ke Rumah Sakit H Adam Malik Medan untuk mendapatkan perawatan. Mereka dirujuk dari RSUD Doloksanggul. Begitu juga dengan korban (DT) juga dibawa ke sana untuk keperluan autopsi,” kata Purba.
Purba menambahkan, saat ini pihaknya sedang menangani kasus itu dan sudah mendatangi TKP, menyita barang bukti, dan memasang "police line" di lokasi TKP serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. “Tim sedang mendalami kasus ini dan memeriksa keterangan dari beberapa saksi,” pungkasnya.
Terpisah, Direktur RSUD Doloksanggul, dr Netty Simanjuntak ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan kedua pasien dirujuk ke salah satu rumah sakit di Medan. Begitu juga dengan jenazah balita korban pembunuhan itu, kata dia, juga dibawa ke Medan untuk diautopsi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban masih berumur empat tahun dan merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Korban diduga tewas akibat orangtuanya terlibat cekcok. Diduga karena tersulut emosi, Louiker Tarihoran (ayah korban) berusaha membacok istrinya (ibu korban) dengan senjata tajam yang saat itu tengah menggendong korban.
Namun, saat sang istri berusaha membela diri, sang anak ikut menjadi korban senjata tajam yang dipegang sang ayah. Begitu juga dangan sang istri juga mengalami luka tusukan di bagian perutnya dan kritis.
Camat Pakkat Mangoloi Tua Purba saat dikonfirmasi wartawan via selulernya membenarkan kejadian tersebut. “Kita sudah melakukan pendampingan untuk pasangan suami istri yang terluka untuk segera mendapat pertolongan medis. Baik di Puskesmas Pakkat maupun ibu Sinta yang langsung dirujuk ke RSUD Doloksanggul,’ ujarnya. (sib/s8)






















