Wali Kota Medan Ajukan R.APBD TA 2023, Kesejahteraan Berkelanjutan
11 Oktober 2022 - 00:44:36 WIB | Dibaca: 2735x
Medan (SIOGE) - Di tahun 2023 akan menghadapi tantangan dan resiko baru perekonomian global, seperti pelemahan perdagangan global, kecendrungan inflasi meningkat, perlambatan pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja yang menurun. Untuk itu Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R.APBD) yang disusun haruslah merupakan sinergi atau bauran kebijakan fiskal yang solid dan terukur sekaligus APBD yang responsif, antisipatif dan fleksibel.
Oleh karenanya, kata Bobby Nasution, sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RPKD) Tahun 2023, maka tema pembangunan kota yang ditetapkan yakni “Akselerasi Pemulihan Kota, Melalui Pengembangan Ekonomi Lokal, Pemberdayaan Sosial, Pembangunan Infrastruktur Menuju Medan Berkah, Maju dan Kondusif.
“Sekaligus kinerja ekonomi kota yang tetap bangkit walaupun nantinya akan selalu dibayangi dinamika perekonomian global dan nasional. Selain itu tema ini juga mempayungi berbagai program infrastruktur/utilitas kota secara berkelanjutan serta program perlindungan sosial. Khususnya bagi kelompok miskin, rentan dan UMKM,” ungkapnya, Senin (10/10/2022).
Dalam rapat paripurna yang sebelumnya dibuka Ketua DPRD Medan Hasyim SE, Bobby Nasution yang hadir didampingi Wakil Wali Kota H Aulia Arrahman mengatakan, guna meujudkan laju pertumbuhan ekonomi kota yang cepat dan kuat, sehingga meningkatkan produktifitas, ada beberapa persyaratan pokok yang harus dipenuhi yaitu adanya sinergi kebijakan fiscal dan daerah, serta mampu menyusun prioritas program pembangunan kota yang banyak menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus efek ganda secara ekonomi.
Kemudian, imbuh Bobby, tidak kalah pentingnya adalah seluruh stakeholder kota harus kompak, berkolaborasi, bersinergi dan Bersatu padu dalam pembangunan kota. Serta, mengoptimalkan pendapatan daerah sekaligus mengelola belanja daerah secara berkualitas, efisien, efektif dan berkelanjutan melalui konsolidasi dan keseimbangan fiskal yang tetap terjaga.
“Untuk itu, kita harus memiliki R-APBD yang sehat dan selalu diorientasikan kepada peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan,” paparnya.
Sementara (KUA-PPAS), maka struktur APBD TA 2023 disusun sebagai berikut yaitu Pendapatan Daerah diproyeksikan sebesar Rp.7,26 tiliun, Belanja Daerah diproyeksikan sebesar Rp.7,86 triliun dan pembiayaan Netto diproyeksikan sebesar Rp.594 miliar lebih.
Berdasarkan struktur R.APBD dimaksud, jelas Bobby Nasution, maka ditentukan juga Belanja Pegawai ditetapkan sebesar Rp.2,13 triliun lebih atau hanya 27,23%. Sedangkan untuk Belanja Modal ditetapkan sebesar Rp.2,29 triliun atau 29,15%. “Hal ini menunjukkan bahwa kita mampu terus menurunkan alokasi belanja pegawai dan sebaliknya kita mampu meningkatkan belanja modal serta menyelenggarakan program-program subsidi dan perlindungan sosial yang diperlukan nantinya,” terangnya.(Dinas Kominfo/Bahren)












