Kelahiran Pakpak Bharat Sumut, Sahari Sinamo Pecahkan Rekor Dunia
24 Agustus 2019 - 15:02:03 WIB | Dibaca: 3411x
Jakarta (SIOGE) - Lagu Indonesia raya kembali berkumandang di Kejuaraan Dunia IWF Masters World Championship of Olympic Weightlifting 2019 di Montreal, Kanada, 16-20 Agustus 2019 tepatnya di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74.
Kali ini prestasi dipersembahkan oleh atlet angkat besi yang bernama Sahari Dumaini Sinamo, wanita kelahiran Sukaramai, Pakpak Bharat, Sumatera Utara, 17 Juni 1971.
Atlet yang berdomisili di Afrika Selatan yang membawa nama Indonesia pernah meraih emas di kelas 48 kg dengan memecahkan rekor dunia Snatch 2003 (45 kg) sebelumnya 30 kg, clean and jerk 2000 (57 kg) sebelumnya 42,5 kg, dan total 2003 (102 kg) sebelumnya 72,5 kg.
Dengan hasil tersebut Sahari berhasil mempersembahkan emas serta memecahkan rekor dunia pada Kejuaraan Dunia IWF Masters World Championship of Olympic Weightlifting 2019 di Montreal, Kanada, 16-20 Agustus 2019.
Tepat satu tahun yang lalu, Sahari juga menyumbangkan perak di kejuaaraan IWF Masters World Championship of Olympic Weightlifting 2018 di Barcelona, tahun 2018.
Sahari menyampaikan kebanggaannya yang sangat terharu dan menangis dengan mengatakan, hadiah yang paling berharga buat dirinya serta pencapainnya sebagai warga negara Indonesia dan dapat mengibarkan bendera serta menyanyikan lagu Indonesia Raya di mata dunia khususnya dapat memecahkan rekor dunia di bidang olahraga angkat besi.
Sahari Sinamo yang telah menjadi Permanent Residence di Afrika Selatan dengan menikahi laki-laki WN Afrika Selatan, berharap pemerintah Indonesia melalui Kemenpora dapat mengakui pencapainnya dirinya sebagai Masters Lifters satu-satunya dari Indonesia yang berlaga di kejuaraan tersebut dan diberikan dukungan penuh seraya berharap dapat diundang ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Sari, wanita yang akrab dipanggil, mendobrak batasan bahwa olahraga angkat besi hanya untuk laki-laki tetapi dia membuktikan bahwa perempuan pun bisa melakukannya. Sari sering mengikuti kejuaraan angkat besi tingkat lokal di negara Mandela, hasilnya tidak mengecewakan, dia berhasil memperoleh medali emas untuk kejuaraan-kejuaraan tersebut. Berhasil lolos kualifikasi untuk kejuaraan dunia dan diminta untuk menjadi wakil Indonesia satu-satunya pada kejuaraan di Montreal membuat dirinya bangga.
Keterbatasan Sari dalam mengumpulkan dana untuk tiket penerbangan dan akomodasi selama di Montreal tidak menghalangi dirinya untuk bersemangat mengikuti kejuaraan. Sari pun terbantu oleh rekan-rekannya di daerah Nelspruit, 350 km dari ibukota Pretoria.(T/s1)






















