Menteri Susi Ternyata Penggemar Tuak dari Toba, Tiap Berkunjung Dua Jeriken Dibawa Pulang
15 September 2019 - 00:03:46 WIB | Dibaca: 2935x
Balige (SIOGE) - Dalam sambutannya saat Karnaval Pesona Danau Toba ke-4 di Balige, pada Sabtu 14 September 2019 sore, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan pengalaman pribadinya saat beberapa kali mengunjungi Bandara Sibisa yang ada di Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara.
Pengakuan Susi, dirinya selalu membawa pulang tuak dua jeriken dan juga cabai rawit serta singkong setiap kali mengunjungi Bandara Sibisa.
Kalau diminum secukupnya itu menyehatkan, tapi kalau berlebih bisa memabukkan "Saya selalu membawa pulang tuak dua jeriken setiap kali saya ke Sibisa, cabe rawit dan singkong juga," ujarnya.
Menurut Susi, tuak bagus untuk kesehatan jika dikonsumsi secukupnya, namun juga akan memabukkan juga dikonsumsi berlebih. "Kalau diminum secukupnya itu menyehatkan, tapi kalau berlebih bisa memabukkan," ungkapnya.
Ketika berada di Danau Toba, Susi Pudjiastuti selalu menyempatkan bercengkrama dan meminum kopi dengan warga dan membeli hasil panen milik para pertaniannya.

Susi Pudjiastuti juga bercerita bisnis penerbangan Susi juga punya sejarah di Danau Toba.
Maskapai penerbanganya lah yang kali pertama mendarat di Bandara Silangit, Tapanuli Utara.
Katanya, kebetulan landing pertama waktu itu adalah pesawat Susi Air dan diupacarakan tabur beras kepala oleh sama bupati waktu itu. “Saya tidak terlalu ingat tahun berapa tapi waktu Silangit masih sepi hanya Susi Air yang datang ke situ," tambah Susi Pudjiastuti lagi.
Kepada masyarakat Susi Pudjiastuti berpesan agar terus menjaga Danau Toba dan tidak mengotori air Danau Toba dengan sampah.
Danau Toba menurut Susi Pudjiastuti merupakan sebuah objek studi yang luar biasa. "Di bawah Danau Toba ada super vocano yang paling besar yang tentunya kalau ini dijadikan sebuah studi bagi para ilmuan akan menjadi tujuan wsiataa studi," ungkap Susi.
Selain bernostalgia, Susi Pudjiastuti juga mengajak warga menjaga kelestarian Danau Toba. Dia menyinggung Perpres 83 tentang sampah plastik yang harus diselesaikan. “Sebab sudah menjadi masalah nasional, dimana untuk dunia kita urutan kedua terkait sampah plastik.
Indonesia memerangi sampah plastik, agar tidak dibuang sembarangan ke laut.
Perlu kita ketahui sampah plastik sangat sulit dimusnahkan, bahkan sampai puluhan tahun didalam laut masih tetap utuh,” pesannya lagi.
Untuk Kawasan Danau Toba, meski bukan lautan dia tetap menekankan agar warga meminimalisir pembuangan sampah plastik.
Untuk menggaet turis, kata Susi Pudjiastuti tentunya warga tidak membuang sampah plastik.
Kepada Bupati di seluruh Kawasan Danau Toba khususnya Tobasa juga dianjurkannya agar membuat Perda tentang plastik. Penggunaan plastik dimintanya agar tidak sekali pakai.(t/s1)












