Petani di Parlilitan Keluhkan Distributor Pupuk Bersubsidi
25 Agustus 2018 - 13:57:39 WIB | Dibaca: 2807x
Parlilitan (SIOGE) - Petani di Kecamatan Parlilitan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan (Humbahas) mengganti UD Gps sebagai distributor pupuk bersubsidi di wilayah Parlilitan. Sebab, UD Gps yang menangani pendistribusian pupuk bersubsidi jenis SP-36 dan NPK Phonska (Petro Kimia) dinilai selalu terlambat dalam penyaluran pupuk tersebut.
Hal itu dikatakan salah seorang petani yang tak mau disebutkan namanya pada acara rembuk Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Balai Pertemuan Kantor Camat Parlilitan, Humbahas,kemarin.
Dia mengatakan, para petani sudah mengungkapkan hal tersebut pada acara rembuk Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Balai Pertemuan Kantor camat Parlilitan baru-baru ini, yang diikuti oleh seluruh pengurus kelompok tani Kecamatan Parlilitan dan kios pengecer pupuk bersubsidi.
Kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Junter Marbun yang diwakili oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Kelembagaan Ali Reinhard Manalu, Ketua KTNA Kabupaten yang diwakili Sekretaris KTNA Adaaman Sihombing, Ketua KTNA Kecamatan Parlilitan Sunday Sihotang, Camat Parlilitan Eliapzan Sihotang SSos, serta Koordinator PPL Kecamatan Parlilitan Talmusona Banuarea.
Dalam rembuk tersebut terungkap bahwa keterlambatan pupuk bersubsidi oleh UD Gps selalu terjadi setiap tahunnya. Sehingga hasil panen petani menurun dan tak jarang petani mengalami gagal panen.
Dalam rembuk tersebut, warga meminta kepada pemerintah agar mengganti distributor yang lebih baik untuk Kecamatan Parlilitan.
Sementara itu, W Sinambela pengusaha kios pengecer Berdikari menyebutkan, telah menyetor sejumlah uang kepada UD Gps. Namun pupuk yang diorder tak kunjung diantar, katanya. “Saya sudah transfer uang ke rekening UD Gps. Namun sampai sekarang, sudah satu setengah bulan pupuk belum diantar. Jadi, kami mohon kepada pemerintah supaya itu (UD Gps, red) diganti. Dan saya minta uang saya dikembalikan,” ujar Walden.
Senada dikatakan Josua Hasugian. Perwakilan kios pengecer dari KSU Dolok Sion itu juga mengatakan pihaknya justru mengalami hal yang lebih parah. Mereka sudah menyetor uang empat bulan yang lalu, namun tak juga mendapatkan pupuk. Tak ayal mereka menjadi bulan-bulanan petani.
“Jadi, kami sangat memohon agar distributornya diganti. Jika perlu, kami siap menjadi distributor di wilayah Parlilitan-Tarabintang,” ujar Josua yang juga Ketua Kelompok Tani Sosor Saba itu.
Sementara itu, ketua KTNA Parlilitan Sunday Sihotang mengatakan, sangat menyesalkan kejadian tersebut serta kecewa karna selalu terulang setiap tahun. Padahal, menurut dia, hal itu sudah selalu disampaikan kepada pemerintah pada setiap kesempatan. “Bahkan secara langsung kita sudah pernah sampaikan kepada bupati,” ujarnya.
Tambah Sunday, KTNA Kecamatan Parlilitan akan segera menyurati pemerintah terkait keputusan rembuk tersebut, serta berjanji akan membawa hasil permasalahan itu pada rembuk KTNA tingkat kabupaten. “Sebagai mitra sejajar pemerintah, kita akan surati pemerintah agar segera mengganti distributor Petro Kimia untuk wilayah Parlilitan. Paling tidak pemerintah dapat memberikan solusi. Apalagi, kita tau di daerah Pusuk dan Baringin sudah satu setengah bulan yang lalu melakukan pertanaman MT I. Kita tidak ingin petani gagal panen,” tegasnya. (nt/s1)






















