Jambur Elim GBKP Bukit Raya Pekanbaru Diresmikan
02 November 2025 - 21:24:34 WIB | Dibaca: 2332x
Pekanbaru (Sioge) - Jambur Elim Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Bukit Raya Pekanbaru diresmikan, Sabtu (1/11/2025) dalam suatu acara yang dirangkai dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-11 Runggun (majelis jemaat) tersebut.
Jambur yang terletak di kompleks gereja GBKP Bukit Raya di Jalan Labersa Pekanbaru tersebut berbiaya sekitar 2,1 miliar dan mulai dibangun pada 21 November 2024.
Peresmian jambur ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Runggun GBKP Bukit Raya Pertua (Pt) Cinta K Sitepu, pendeta runggun setempat Pdt Sri Ate br Surbakti, Pdt Sahat Tarigan STh (pendeta yang melayani saat GBKP Bukit Raya mulai dibentuk sebagai hasil pemekaran dari GBKP Runggun Pekanbaru Jalan Melayu, tahun 2013 silam), Ketua Panitia Pembangunan Jambur Endalias Ginting, dan Ketua Tim Obligasi Pt Chandra Arbeta Perangin-angin. Usai itu, Pdt Sahat membacakan prasasti dan dilanjutkan dengan ibadah peresmian yang juga dibawakan Pdt Sahat.
Endalias Ginting dalam laporan panitia mengatakan, jambur tersebut dibangun sebagai hasil kesepakatan bersama, mengingat kebutuhan akan tempat acara-acara masyarakat Karo di Pekanbaru. Jambur seluas sekitar 900 meter persegi (40 x 24 meter) itu berkapasitas 800 orang.
"Jambur ini dilengkapi dengan ruang ganti atau kamar rias, gudang, dan ruang operator sound system. Anggaran yang sudah dipakai sampai saat ini adalah Rp 2,1 miliar," katanya dan menambahkan, pengerjaan toilet khusus jambur dan juga selasar segera dimulai. Hal itu sebagai konsekuensi dari pemilihan waktu peresmian yang disatukan dengan HUT Runggun.
Pt Chandra Perangin-angin mengatakan, pembangunan jambur tersebut dapat dilakukan karena adanya pinjaman (obligasi) dari sejumlah jemaat yang murah hati. Dalam skema panitia obligasi, pengembalian pinjaman itu direncanakan selesai dalam waktu tiga tahun, dengan sumber dana dari hasil janji iman jemaat, "kerja rani" dan juga hasil kebun sawit Elim milik runggun gereja, yang juga hasil hibah atau sumbangan dari warga jemaat.
Sementara itu, Pdt Sri Ate mengatakan jemaat GBKP Bukit Raya Pekanbaru adalah jemaat yang luar biasa mengingat dalam usia 11 tahun Runggun sudah mempunyai bangunan gereja yang cukup bagus, ruangan-ruangan kebaktian anak kebaktian remaja (KAKR) yang memadai, rumah pendeta runggun, dan juga jambur.
"Ini semua tentu berkat kasih dan kebaikan Tuhan," ujarnya dan menjelaskan sekilas latar belakang pemberian nama "Elim" untuk jambur tersebut.
Adapun Pdt Sahat mengingatkan pentingnya jambur sebagai simbol identitas budaya masyarakat Karo yang berfungsi untuk tempat berkumpul dalam berbagai situasi, dan dari segi rohani tidak boleh terlepas dari fungsinya sebagai tempat pelayanan.
Ketua Runggun dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga jambur Elim sudah dapat berdiri.
Turut hadir, tokoh-tokoh masyarakat Karo di Pekanbaru, perwakilan dari GBKP Runggun Pekanbaru Jalan Melayu, Ketua Perpulungen Arih Ersada (Persada) Karo Pekanbaru Ir Berani Sembiring bersama ketua merga-merga (Karo-karo, Ginting, Sembiring, Perangin-angin, dan Tarigan), sekitar 400 jemaat, juga undangan lainnya.
Rangkaian acara berlangsung sejak Sabtu pagi hingga Minggu sore (1-2/11/2025) yaitu buka kunci atau peresmian rumah pendeta runggun, peresmian jambur, perayaan ulang tahun ke-11 Runggun, acara janji iman, dan Kerja Rani. Acara yang dipandu pembawa acaraSalomo Ginting SH bersama Roma Yanti br Sitepu dan vikaris Firsa Bella br Perangin-angin tersebut juga dimeriahkan "perkolong-kolong" (penyanyi) Okky Ginting dan Nelly br Sembiring dari Tanah Karo. (*)




















