Perayaan Jubileum 25 Tahun GBKP Klasis Riau-Sumbar Berlangsung Penuh Sukacita
19 Juli 2026 - 05:40:50 WIB | Dibaca: 2211x
Pekanbaru (SIOGE) Perayaan Jubileum 25 Tahun Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Klasis Riau-Sumbar berlangsung penuh sukacita, Jumat hingga Sabtu (17-18/7/2026) di kompleks gereja GBKP Runggun Bukit Raya Pekanbaru di Jalan Labersa Pekanbaru. Acara puncak pada Sabtu kemarin dihadiri sekitar 800-an jemaat GBKP dari berbagai runggun di Provinsi Riau dan Sumatera Barat.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat pagi dengan ibadah pembuka dibawakan Pdt Vempy S Meliala STh di gereja GBKP Bukit Raya Pekanbaru. Usai ibadah, dilakukan seremonial pembukaan berupa penyampaian kata-kata sambutan oleh panitia dan tamu undangan, serta pemukulan gong oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Klasis Riau-Sumbar Pdt Soni Petrus Sembiring STh MDiv tanda dimulainya rangkaian acara.
Pada hari pertama kemarin dilaksanakan empat perlombaan antarrunggun yakni lomba paduan suara, lomba vokal grup moria-mamre, lomba vokal grup remaja permata dan lomba perkolong-kolong cilik. Tiga lomba pertama digelar di gereja sedangkan lomba keempat dilaksanakan di Jambur Elim yang letaknya tak jauh dari gereja. Malamnya di Jambur Elim digelar Kebaktian Kebangunan Iman yang dibawakan Pdt Yandi Manobe dari Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).
Puncak acara digelar pada Sabtu di Jambur Elim, diawali dengan ibadah raya dengan pengkhotbah Pdt Yunus Bangun MTh (Sekretaris Umum Moderamen GBKP). Ibadah mengambil tema “bertumbuh dan berkembang (Efesus 4:15)” dengan subtema “Membangun spiritualitas jemaat berbuah manis dan lebat”. Pdt Yunus mengatakan masyarakat Karo yang secara turun-temurun dikenal sebagai masyarakat agraris, tentunya akrab dengan tema dan subtema tersebut. Ia menguraikan, suatu tanaman atau tumbuhan disebut bertumbuh berarti uratnya semakin lama semakin dalam sebagai dasar atau penopang, pucuknya semakin tinggi yang bermakna semakin dekat dengan Yang Maha Tinggi sehingga sifat-sifatnya juga semakin menyerupaiNya, yang bisa dilihat dari semakin sesuainya kata dengan perbuatan, serta dahannya juga semakin berkembang, yang bisa dilihat dengan semakin banyak dan luas dalam persekutuan, bersosial, bermasyarakat.
Pada akhirnya, tumbuhan yang bertumbuh dan berkembang dengan baik tentunya akan menghasilkan buah yang manis, dalam arti menghasilkan sesuatu yang berguna utuk orang lain, jelas Pdt Yunus. Ia mengatakan, pada masa-masa awal pelayanannya, pada tahun 1994 ia ditempatkan di daerah Provinsi Riau. Pada masa itu belum ada GBKP Klasis Riau Sumbar, karena masih tergabung dengan GBKP Klasis Lubuk Pakam. Saat itu hanya ada tiga runggun GBKP di bagian tengah pulau Sumatera tersebut yakni Runggun Batam, Pekanbaru dan Padang. Demikianlah GBKP di daerah ini tumbuh dan terus berkembang sehingga pada 2001 Klasis Riau-Sumbar mekar dari Klasis Lubuk Pakam, dan terus berkembang pula sehingga pada 2017 telah terbentuk pada Klasis Kepulauan Riau sebagai hasil pemekaran dari Klasis Riau-Sumbar. Saat ini di Klasis Riau-Sumbar terdapat 26 runggun dengan total jemaat, sesuai data terakhir, mencapai 10.600 orang.
Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan seremonial perayaan 25 tahun Klasis Riau-Sumbar dan penyampaian kata-kata sambutan. Ikut memberi sambutan, Pdt Yunus, Pdt Soni, Pdt Sahat Tarigan STh selaku ketua klasis Riau-Sumbar yang pertama sekaligus pelaku sejarah awal terbentuk dan berkembangnya klasis, Plt Gubernur Riau Sofyan Franyata Harianto diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Riau Jhon Armedi Pinem, Danrem 031/Wirabima Pekanbaru Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Ketua Panitia Endalias Ginting, Ketua Runggun Bukit Raya Pekanbaru sebagai tempat berlangsungnya kegiatan Jubileum, Pertua (Pt) Cinta K Sitepu, mewakili Pembimas Kristen pada Kemenag Provinsi Riau serta mewakili PGI Wilayah Riau. Usai itu acara dilanjutkan dengan pengumpulan dana untuk pengembangan rumah retret yang berlokasi di kompleks kantor Klasis di Desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Riau. Pembangunan rumah retret digagas dan telah dimulai pada masa Pdt Jefri Aleander Keliat (kini menjabat Direktur Pusat Pembinaan Warga Gereja GBKP, berkantor di Kabanjahe) sebagai ketua klasis dan saat ini bangunan rumat retret sudah berdiri, namun dianggap masih perlu dikembangkan lagi. Belum diperoleh informasi dari panitia tentang berapa dana total yang terkumpul.
Usai pengumpulan dana yang dipandu duo pelawak Cot dan Merap itu, acara dilanjutkan dengan pengumuman juara-juara lomba serta penyerahan hadiahnya. Adapun juara I hingga III masing-masing lomba adalah sbb. Lomba vokal grup permata remaja: Runggun Bukit Raya Pekanbaru, Runggun Jalan Melayu Pekanbaru dan Runggun Bagan Batu. Lomba vokal grup moria-mamre: Runggun Bukit Raya Pekanbaru, Runggun Jalan Melayu Pekanbaru, dan Runggun Pangkalan Kerinci. Lomba paduan suara: Runggun Bukit Raya Pekanbaru, Runggun Jalan Melayu Pekanbaru, dan Runggun Dumai. Sedangkan lomba “perkolong-kolong cilik”: Runggun Kandis, Runggun Bukit Raya Pekanbaru, dan Runggun Munas. Juri pada lomba perkolong-kolong cilik adalah penyanyi karo Pa Cirla yang setelah menyelesaikan tugasnya sebagai juri, terpaksa langsung pulang ke Tanah Karo karena urusan keluarga yang mendadak. Rangkaian kegiatan Jubileum ditutup dengan hiburan dan menari bersama. (*)













