Berbiaya Rp20 Miliar, Jalan Lingkar Siborongborong Taput Dibangun Tahun Ini.
22 Januari 2020 - 16:42:23 WIB | Dibaca: 3074x
Taput (SIOGE) – Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Indra Simaremare, para Asisten, Staf Ahli pimpin Rapat Pembahasan Rencana Pembangunan Jalan Lingkar Siborongborong.
Rencana Pembangunan Jalan Lingkar Siborongborong yang telah diprogramkan Tahun Anggaran 2020 oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan volume pekerjaan kurang lebih 2 km dengan pagu Rp 20 milyar.
Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan lingkar Siborongborong diperlukan dukungan Pemerintah Daerah yaitu pemenuhan Readiness Criteria berupa Feasibility Study, Dokumen Lingkungan dan Kesiapan Lahan.
"Jalan Lingkar ini harus jadi karena menarik anggaran dari pusat ini bukan hal yang gampang. Jangan karena pembebasan lahan, pembangunan ini bisa gagal. Ini untuk kemajuan masyarakat Tapanuli Utara, khususnya Kecamatan Siborongborong, terutama Desa desa yang dilalui jalan lingkar ini," ujar Bupati saat memimpin rapat diruang kerjanya, Rabu (22/1/2020).
Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa dengan terbangunnya jalan lingkar luar Siborongborong ini, kondisi kemacetan dan semrawut Kota Siborongborong akan bisa teratasi.
"Mari kita duduk bersama untuk membangun Tapanuli Utara tercinta ini. Ini berkat yang luar biasa bagi kita, mari kita tata kota kita ini semakin baik dan menarik," ujar Bupati.
Nikson juga meminta untuk pemenuhan Readiness Criteria Kepala Desa Sitabotabo, Sitabotabo Toruan dan Lobu Siregar II mensosialisasikan kepada masyarakat untuk kesiapan lahan. “Bila jalan lingkar luar Siborongborong jadi, kondisi kemacetan dan semrawut Kota Siborongborong akan bisa teratasi," jelasnya.
Sementara itu, Kadis Perkim Budiman Gultom mengatakan, terkait pembebasan lahan sedang proses. “Ada memang belum fix penyerahan lahan ke Pemkab dan itu yang akan kita lakukan pendekatan agar warga mau menghibahkan lahannya karena biaya ganti rugi tidak ada," ujarnya.
Terpisah Kades Sitabotabo Tagor Nababan membenarkan diundang rapat terkait pembangunan jalan lingkar Siborongborong.
“Kita besok akan sosialisasi ke masyarakat dan memang ada sekitar 50 KK yang terkena dampak pelebaran. Pada intinya kita yakin masyarakat pasti setuju untuk kepentingan bersama, namun harus tetap kita lakukan pendekatan," ujarnya.
Senada dikatakan Kades Sitabotabo Toruan Sahata Siahaan yang pada intinya sepakat dan terkait pembebasan lahan sudah selesai. “Ada sekitar 15 KK warga kita kena, dan mereka sudah rela menyerahkan lahannya untuk pelebaran. Namun masih ada sedikit kendala yang mau kita tuntaskan karena ada perubahan rute yang ke arah jalan Sipahutar," katanya. (pp/s1)






















