Terancam Bangkrut, Ketua Komisi II DPRD Medan Minta RS Pirngadi Segera Diselamatkan
30 Agustus 2019 - 09:21:08 WIB | Dibaca: 3550x
Medan (SIOGE) - Rumah Sakit (RS) Pirngadi Medan saat ini terancam bangkrut. Dalam beberapa tahun terakhir ini, kondisi keuangan RS tersebut merugi karena daya huni pasien terus menurun.
RS Pirngadi Medan harus diselamatkan. Pemko harus punya komitmen memperbaiki manajemen RS sebagai ikon rumah sakit dan pendidikan di Kota Medan, ujar Ketua Komisi II DPRD Medan HT Bahrumsyah SH kepada sejumlah wartawan, Rabu (27/8) seraya mendorong Pemko melakukan terobosan baru.
Pihaknya sangat prihatin mengetahui RS Pirngadi terus merugi. Selaku RS Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) type B, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan sangat menurun. Pada Tahun 2018, misalnya hanya Rp.100 miliar, padahal belanja Rp.207 miliar. Sama halnya dengan tahun sebelumnya tetap merosot.
Dikatakan Politisi PAN ini, beberapa bulan terakhir ini daya huni pasien di RS Pirngadi sangat sepi. Diperkirakan penghuni rawat inap hanya sekitar 40 persen. Kondisi ini cukup memprihatinkan, diharapkan Pemko meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), pelayanan serta kualitas tenaga medis.
"Pemko harus mampu menghilangkan “label” RS Pirngadi yang selama ini dikenal buruk pelayanannya. Maka perlu dilakukan perombakan dari semua sisi," tegas Politisi yang kembali terpilih sebagai anggota DPRD Medan periode 2019-2024.
Untuk mengimbangi persaingan dengan beberapa rumah sakit swasta type B di Medan, RS Pirngadi perlu mendapat dukungan dari Pemko. "Kita mendorong penambahan anggaran pemeliharaan alat kesehatan di tahun 2020 yang semula Rp.500 juta menjadi Rp.3 miliar. Begitu juga pengadaan obat Rp.6 miliar menjadi Rp.40 miliar. Kita mendukung dilakukan penambahan anggaran," sebutnya.
Tidak kalah pentingnya, perlu upaya untuk menambah kepercayaan pasien berobat ke RS Pirngadi. Seperti sistem rujukan online secara berjenjang dari Puskesmas ke tipe C lalu ke tipe B, tidak perlu diberlakukan. Pihak Puskesmas diharapkan dapat memberlakukan rujukan manual demi menyahuti kemampuan masyarakat tingkat bawah, pungkasnya. (S1)






















